Share

Bunda Wajib Perhatikan Kebutuhan Protein Bayi, Ahli Gizi: Untuk Perkembangan Otak

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 07 Maret 2022 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 07 481 2557485 bunda-wajib-perhatikan-kebutuhan-protein-bayi-ahli-gizi-untuk-perkembangan-otak-59SP0metC3.jpg Bayi harus mendapatkan protein dengan baik (Foto: Baby center)

MASALAH stunting hingga kini masih menjadi masalah nasional yang harus diselesaikan bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak. Oleh karena ity Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama PP Muslimat NU tak henti-hentinya memberikan edukasi mengenai stunting.

Ahli Gizi Anik Fitri Andriyani, Amd meminta masyarakat untuk mengatur pola makan keluarga dengan memperhatikan konsep isi piringku. Ini dilakukan agar anak mendapatkan gizi dari makanan dan guna mencegah stunting.

 bayi harus mendapat gizi yang baik

“Aturan pembagian makanan dalam Isi Piringku adalah 1/2 porsi piring makan terdiri dari sayur dan buah-buahan yang beragam jenis dan warna, 1/3 dari 1/2 porsinya di isi dengan buah-buahan dan 2/3 dari 1/2 porsinya di isi sayuran. 1/3 dari 1/2 piring makan diisi dengan protein, 2/3 dari 1/2 piring makan diisi dengan karbohidrat/makanan pokok (biji-bijian utuh, nasi, gandum, jagung dan lainnya),” jelas Anik.

Lebih lanjut, Anik menerangkan, kebutuhan asupan makanan antara anak-anak dan orang dewasa berbeda. “Untuk anak-anak, terutama bayi yang harus diperhatikan adalah kebutuhan proteinnya. Protein penting untuk perkembangan otak, oleh karena itu pemilihan susu yang dikonsumsi anak ini penting, anak harus mengkonsumsi susu untuk anak, ” jelas Anik.

Sedangkan untuk orang dewasa, lanjut Anik, biasanya asupan karbohidratnya lebih tinggi.

Sementara itu Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU mengatakan, pihaknya akan terus menyampaikan edukasi mengenai gizi kepada masyarakat terutama kader-kader NU. Sebab, pemahaman mengenai gizi berkaitan langsung dengan kesehatan anak dalam keluarga.

“Mengenai stunting, yang pertama kali terganggu itu adalah otak anak. Begitu anak lahir, otak anak tidak berkembang sebagaimana mestinya, ini adalah akibat ketidaktahuan ibu,” jelas Erna.

Lebih lanjut, Erna juga menegaskan untuk membatasi konsumsi gula harian. “Gula adalah media yang paling disenangi sel-sel kanker. Jadi sebaiknya konsumsi makanan minuman tinggi gula ini sebaiknya dihindari. Makanya penderita kanker sebaiknya membatasi konsumsi gula, apalagi susu kental manis, ini sangat disukai oleh sel-sel kanker untuk tumbuh,” pungkas Erna.

Arif Hidayat selaku Ketua Harian YAICI ikut menjelaskan edukasi gizi yang telah dilakukan. Di antaranya yang telah dilakukan adalah edukasi dan sosialisasi melalui kader, edukasi langsung ke masyarakat, penelitian hingga penggalian data langsung ke masyarakat yang mengonsumsi susu kental manis.

 BACA JUGA:Dokter Gizi Sebut Mahalnya Minyak Goreng Jadi Kesempatan Cegah Obesitas

“Persoalan-persoalan yang kami temukan di lapangan itu beragam. Ada yang orangtua memang tidak tahu mengenai kandungan susu kental manis, atau bahkan ada yang sudah tahu tapi masih memberikan susu kental manis untuk anaknya karena lebih murah atau anaknya lebih suka. Padahal anak harus minum susu anak yang jelas bergizi,” tambah Arif.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini