Share

Kenapa Perempuan yang Masuki Masa Menopause Rentan Alami Kolesterol Tinggi?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 08 Maret 2022 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 08 481 2558174 kenapa-perempuan-yang-masuki-masa-menopause-rentan-alami-kolesterol-tinggi-sX5Q3VJufO.jpg Ilustrasi Masa Menopause. (Foto: Shutterstock)

SEIRING bertambahnya usia, fungsi kognitif pada tubuh memang akan ikut mengalami penurunan. Oleh karena itu, ketika usia semakin bertambah, maka semakin bertambah pula risiko kesehatan yang dihadapi seseorang.

Pada dasarnya, laki-laki atau perempuan sama-sama memiliki resiko tinggi dalam menghadapi sebuah penyakit. Tapi, berbeda dengan penyakit jantung, karena kadar kolesterol tinggi.

Pasalnya, setelah memasuki masa menopause, seorang perempuan menjadi lebih rentan terkena kolesterol tinggi. Pada saat usianya semakin bertambah tua, seorang perempuan akan mengalami penurunan kadar hormon tertentu yang membuat kemampuan tubuhnya dalam menyeimbangkan kadar kolesterol menjadi terganggu.

Alhasil, risiko mereka terkena penyakit jantung akan meningkat. Penumpukan kolesterol dalam di arteri jantung adalah pemicu munculnya penyakit jantung, yang merupakan penyakit mematikan bagi manusia.

Menapause 

Kadar kolesterol dalam darah perlu dipantau agar kadarnya tidak melebihi batas normal. Kadar kolesterol dalam darah normal umumnya kurang dari 200 miligram per desiliter (mg/dL). Sementara kadar kolesterol dikatakan tinggi jika hasil pemeriksaan menunjukkan 240 mg/dL.

Tingginya kadar kolesterol dalam darah bisa memicu penumpukan plak di dinding arteri dan mengganggu sirkulasi darah dalam tubuh. Akibatnya, seseorang dengan kadar kolesterol tinggi berisiko lebih besar mengidap penyakit kardiovaskular (seperti diabetes, stroke dan serangan jantung).

Kolesterol dikemas dan dibawa melalui aliran darah di tubuh sebagai partikel yang disebut lipoprotein. Lipoprotein ini terbagi dua jenis, ada yang tinggi disebut HDL atau bisa dikenal sebagai kolesterol baik yakni membawa kolesterol kembali ke hati untuk dipecah. Lalu ada kolesterol LDL (low-density lipoprotein) yang juga dijuluki sebagai kolesterol jahat, membawa kolesterol ke tempat yang dibutuhkan dalam tubuh.

Ketika hormon estrogen meningkat otomatis kolesterol HDL juga meningkat, memuncak pada saat ovulasi. Di sisi lain, level LDL dan kolesterol total menurun saat kadar estrogen meningkat, mencapai titik terendah sebelum menstruasi. Lalu bagaimana dengan wanita yang sudah memasuki menopause, alias tak lagi mengalami menstruasi lagi?

Nyatanya, ketika perempuan sudah menopause biasanya dimulai dari usia 50 hingga 55 tahun banyak yang mengalami perubahan kadar kolesterol. Mengutip Healthline, yang sudah ditinjau secara medis ahli kardiologi klinis, Dr. Joyce Oen-Hsiao, MD, FACC, disebutkan saat wanita menopause, kadar kolesterol total dan LDL cenderung naik dan kolesterol HDL nya mengalami penurunan.

Maka dari itu, bahkan wanita yang terbiasa mempunyai level kolesterol baik sebelumnya, saat menopause berpeluang memiliki kolesterol tinggi di kemudian hari.

Senada dengan , Dr. Joyce, seperti dikutip dari Everydayhealth, Dr Lisa Matzer, MD menyebutkan proporsi jumlah perempuan dengan kolesterol tinggi memang lebih banyak ketimbang pria.

Dia menyebutkan, risiko rentan punya level kolesterol lebih tinggi memang sangat tinggi bagi wanita yang sudah memasuki masa menopause, karena faktor kadar estrogen yang lebih rendah. Faktanya, wanita di atas usia 55 tahun memiliki peluang hampir dua kali lipat untuk mengalami peningkatan kadar kolesterol dibandingkan dengan kaum pria di titik usia yang sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini