Share

Hindari Demam Berdarah, Ini Warna-Warna yang Paling Dibenci Nyamuk

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 08 Maret 2022 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 08 612 2558306 hindari-demam-berdarah-ini-warna-warna-yang-paling-dibenci-nyamuk-zdqdLtD61k.jpg Ilustrasi Nyamuk. (Foto: Shutterstock)

KETIKA musim hujan, salah satu penyakit yang mengintai adalah demam berdarah (DBD). DBD memang menjadi salah satu penyakit yang mematikan, apalagi karena masa inkubasinya yang mirip pelana kuda.

Oleh karena itu, mencegah tempat-tempat yang berpotensi membuat genangan air dan tempat berkembang biak nyamuk. Kita pun bisa menggunakan krim anti-serangga untuk mencegah gigitan nyamuk.

Tapi, yang paling mudah adalah kita bisa menghindari nyamuk dengan warna-warna tertentu. Tahukah Anda, berdasarkan studi baru dari peneliti di University of Washington mendapati ternyata ada beberapa warna yang terlihat lebih menarik bagi nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah, virus Zika, dan chikungunya yang mematikan.

Penelitan dilakukan dengan mengamati nyamuk berperilaku dengan berbagai aroma dan isyarat visual, akhirnya para ilmuwan bisa mengidentifikasi warna pakaian mana yang memikat lebih banyak nyamuk.

Demam Berdarah

Mengutip Ny Post, dari hasil studi penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal Nature Communications, warna-warna yang menarik minat nyamuk adalah merah, oranye, hitam, dan cyan (warna biru kehijauan salah satu subtraktif primer dengan warna merah).

Sementara, warna hijau, ungu, biru dan putih disebutkan jadi empat warna yang membuat nyamuk tak tertarik sama sekali.

Disebutkan profesor Biologi University of Washington, Profesor Jeffrey Riffell, selain warna, semua udara panas yang manusia hembuskan khususnya karbon dioksida juga sangat menarik minat nyamuk.

“Nyamuk tampaknya menggunakan bau untuk membantu mereka membedakan apa yang ada di dekatnya, seperti inang untuk digigit. Saat nyamuk mencium senyawa tertentu, seperti karbon dioksida dari napas kita, aroma itu merangsang mata untuk memindai warna tertentu dan pola visual lainnya, yang terkait dengan inang yang potensial untuk didatangi,” kata Prof. Jeffrey yang juga penulis studi penelitian.

Bahkan setelah menyemprotkan CO2, nyamuk tidak tergerak oleh warna putih, hijau, biru, dan ungu. Tapi merah, oranye, cyan, dan hitam adalah warna yang disebutkan membuat nyamuk mendambakan manusia.

Kemungkinan karena warna-warna itu bisa dilihat di permukaan kulit manusia dengan puncak yang lebih rendah pada panjang gelombang hijau- mengacu pada warna yang memiliki panjang gelombang lebih pendek pada spektrum warna yang terlihat seperti hijau, biru dan ungu.

“Jadi tidak mengherankan mengapa nyamuk lebih memilih warna dengan panjang gelombang yang lebih panjang seperti merah, oranye dan kuning. Kepekaan terhadap warna oranye dan merah berkorelasi dengan daya tarik kuat nyamuk terhadap spektrum warna kulit manusia,” bunyi keterangan dalam laporan penelitian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini