Share

Perjalanan Domestik Tak Wajib Antigen dan PCR, Kemenkes: Kita Akan Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Pradita Ananda, Okezone · Selasa 08 Maret 2022 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 08 612 2558393 perjalanan-domestik-tak-wajib-antigen-dan-pcr-kemenkes-kita-akan-hidup-berdampingan-dengan-covid-19-ABAqxHuyCZ.jpg Ilustrasi Bandara. (Foto: Okezone)

PEMERINTAH telah menghapuskan aturan tes swab baik antigen atau PCR untuk pelaku perjalanan domestik. Tapi timbul kekhawatiran bahwa hal ini malah akan mempercepat persebaran virus Covid-19.

Meski begitu, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menilai saat ini antibodi yang tercipta sudah cukup banyak. Pasalnya, cakupan vaksinasi sudah cukup luas, artinya sebagian besar masyarakat sudah punya proteksi dari vaksin.

“Dilihat vaksinasi yang cakupannya sudah cukup luas, 91 persen untuk dosis pertama dan 71 persen untuk dosis kedua, ditambah hasil survei kita yang mengatakan 80 persen sudah memiliki antibodi masyarakat. Kita melihat proteksi vaksinasi pada orang juga sudah didapatkan,” tuturnya ketika siaran langsung Update Perkembangan Covid-19 di Indonesia, Selasa (8/3/2022).

Menurut dr. Nadia, sekarang perlindungan secara komunal alias di komunitas juga sudah diperoleh. Vaksinasi ditambah disiplin penerapan protokol kesehatan, tak hanya membuat angka kematian menurun secara signifikan tapi juga termasuk kemungkinan penularan Covid-19.

“Proteksi di komunitas atau masyarakat juga sudah, kenapa? karena proteksi pada orang yang sudah divaksin secara lengkap, walau dia positif Covid kemungkinan dia menularkan kepada orang lain itu kecil karena vaksinasi, ada netralisasi pada vaksin tersebut,” lanjutnya.

Meski demikian, angka kasus positif Covid-19 baik harian atau pun kumulatif mingguan, disebut Nadia masih bersifat tentative seiring peniadaan aturan tes swab Covid-19 bagi para pelaku perjalanan domestik ini.

“Kita enggak tahu apakah bisa melonjak atau tidak, tapi penambahan kasus itu bisa terjadi karena kita tahu ya kita enggak mungkin me-nolkan kasus Covid. Kita akan hidup berdampingan dengan Covid. Sehingga yang paling penting, jika ada peningkatan kasus kita bisa mengatasinya dan tidak membebani fasilitas kesehatan,” tutup dr. Nadia

Baca Juga: Masyarakat Depok Terbantu BLT BBM

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini