Share

Meski Tidak Segalak Delta, Omicron Juga Bisa Sebabkan Kematian!

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 14 Maret 2022 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 14 481 2561136 meski-tidak-segalak-delta-omicron-juga-bisa-sebabkan-kematian-nlmsCmjXuM.jpg Omicron bisa berakibat fatal (Foto: Express)

SEJAK kemunculannya, Omicron disebut lebih cepat menular tetapi tidak segalak varian Delta. Ini karena Omicron disebut hanya menyebabkan gejala ringan. Tapi, bukan berarti Omicron bisa dianggap sepele. 

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengataka, Covid-19 telah bermutasi memunculkan varian-varian baru. Varian baru ini mungkin saja bisa lebih parah, lebih mudah menular atau lebih mematikan.

"Deltacron adalah varian dari Covid yang mengandung elemen dari delta dan Omicron, dalam kata lain mengandung gen dari kombinasi kedua virus tersebut (Delta dan Omicron) disebut rekombinan," ujar Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, kepada MNC Portal, Minggu (13/3/2022)

Omicron

Salah satu varian, sempat memicu kenaikan jumlah kasus harian yaitu Omicron. Menurut Prof Zubairi, omicron merupakan varian yang memang tidak seberat Delta.

Dalam hal ini, spektrum atau virus Omicron bisa memicu ragam variasi gejala yaitu gejala ringan, sedang, berat dan kegawatan. Dengan demikian, dia menerangkan bahwa virus Omicron tidak seberat Delta, tetapi dia mengimbau agar tetap waspada dengan Omicron. Mengingat gejalanya sangat ringan, terkadang tak dirasakan atau tanpa gejala, bisa juga menyebabkan kematian.

"Kalau Omicron dibandingkan Delta tidak serius atau seberat Delta, namun spektrum dari Omicron itu amat variasi jadi tanpa gejala, sakit sedang dan berat serta kegawatan hingga meninggal, jadi Omicron tetap bisa menyebabkan kematian," jelas Prof Zubairi.

BACA JUGA : Deltacron vs Delta dan Omicron, Mana Lebih Berbahaya?

BACA JUGA : Ternyata Ini Penyebab Munculnya Varian Deltacron

Di sisi lain, Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), RSUP Persahabatan, dr Prasenohadi, SpP, KIC, Ph.D mengungkapkan setiap varian Corona (Covid-19) memiliki karakteristik yang berbeda.

Di mana, varian Delta lebih banyak memicu masalah pernapasan atau menyerang paru-paru, sedangkan Omicron memicu masalah pada bagian atas pernafasan (Tenggorokan).

"Pada varian Delta, kita lihat infeksinya itu dominan pada bagian paru paling kecil yang kita sebut alveolus, dimana terjadi peradangan paru, pneumonia, inflamasi yang hebat," kata dr. Prasenohadi dalam siaran langsung BNPB bertajuk 'Reinfeksi Covid-19: Apa yang Terjadi pada Tubuh Kita, dikutip Kamis (3/3/2022).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini