Share

Apakah Vaksin Influenza dan Covid-19 Bisa Diberikan Bersamaan?

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 15 Maret 2022 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 15 481 2561833 apakah-vaksin-influenza-dan-covid-19-bisa-diberikan-bersamaan-JZcp6oBWJS.jpg Vaksin Covid-19 diberikan di tengah pandemi (Foto: Apa)

VAKSINASI merupakan salah upaya untuk melindungi diri dari virus atau penyakit tertentu. Sama halnya, untuk melindungi dari virus penyebab Influenza ternyata bisa dilakukan dengan vaksin Influenza.

Namun, di tengah pandemi Covid-19 tentu seseorang juga berpeluang terkena sakit influenza dan Covid-19 secara bersamaan. Lantas apakah bisa melakukan vaksinasi Covid-19 dengan influenza dalam waktu yang sama?

 vaksin

Menurut Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD,K-AI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Alergi Immunologi mengatakan, seseorang hendak melakukan vaksinasi influenza dengan Covid-19 harus dijeda sekitar 28 hari atau 1 bulan lamanya.

Dia menerangkan, divaksin influenza bisa dilakukan setelah melakukan vaksinasi dosis lengkap Covid-19 (1 dan 2) dengan jeda minimal 1 bulan atau 28 hari. Bertujuan menghindari KIPI vaksin atau efek samping setelah melakukan vaksinasi.

"Kita masih melihat efek samping atau efek sampingnya baru kita lihat setelah 28 hari khawatir ada fase lambat," ujar Prof Iris dalam webinar Flurona, Selasa (15/3/2022).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salah satu negara yang bisa melakukan vaksin influenza bersamaan dengan Covid-19 yaitu Amerika Serikat. Menurutnya negera AS merupakan produsen atau pembuat vaksin sehingga memiliki vaksin sendiri khusus untuk penyakit flu dan Covid-19 (Flurona).

Sedangkan, Indonesia merupakan negara yang belum memproduksi vaksin tapi membeli vaksin. Sehingga masih mempertimbangkan dengan melihat efek samping atau KIPI vaksin dari Covid-19.

 BACA JUGA:Sambut Bulan Puasa yang Lebih Baik, Menkes Minta Masyarakat Disiplin Vaksin

"Untuk pemberian secara bersamaan kita tidak boleh karena masih mengikuti kipinya 28 hari setelah vaksin ya. Karena kita baru sama vaksinasi ini, kita bukan pembuat vaksinnya, kita adalah pembeli vaksin (Covid-19) jadi masih melihat efek samping," jelasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini