Share

Galon Plastik Air Bisa Sebabkan Kanker, BPOM Minta Cantumkan Label Peringatan

Tim Okezone, Okezone · Rabu 16 Maret 2022 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 16 612 2562708 galon-plastik-air-bisa-sebabkan-kanker-bpom-minta-cantumkan-label-peringatan-0ycmQ7Wghd.jpg Air galon berpotensi mengandung BPA. (Foto: Shutterstock)

MASIH banyak air minum dalam kemasan (AMDK) yang menggunakan bahan plastik keras atau polikarbonat, yang mengandung aditif BPA dibandingkan plastik lunak atau Polyethylene Terephthalate (PET). Maka cek galonmu, tercantum label yang manakah?

Pemerhati ekonomi sirkular dari Nusantara Circular Economy & Sustainability Initiatives (NCESI) Yusra Abdi mengatakan, pemasaran galon berbahan PET ini tidak merata di Indonesia. Seperti Danone, sejauh ini galon PET hanya ada di Bali dan Manado saja. Maka ia mendesak kepada perusahaan untuk pemerataan galon PET di semua daerah.

"Air galon yang beredar luas di Indonesia banyak yang belum terbebas dari risiko Bisfenol A (BPA) yaitu bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker dan kemandulan," katanya dalam keterangannya.

galon

Pengecekan galon plastik lunak ini pun dilakukan oleh Nyonyi, warga Bali. Ia membenarkan peredaran galon air minum yang bebas BPA di Bali.

"Karena menetap di Bali dan rutin menggunakan galon plastik keras, saya penasaran dan mengecek sendiri. Ada simbol sekali pakai dan tulisan di dasar galon PETE. Tapi tengah galonnya ditulis 'Kembalikan untuk Diisi Ulang'," katanya dalam sebuah tweet, memperlihatkan dua foto close-up keterangan jenis plastik di dasar galon.

Nyonyi selalu mengecek label tersebut demi menjaga kesehatannya. Ia juga tahu bahwa penggunaan air galon berbahanĀ  plastik keras belum bebas BPA, bisa muncul sederet bahaya.

Baca Juga: Dua Kapal Ikan Asing Pelaku IUU Fishing Berhasil Diamankan BAKAMLA dan KKP RI

Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang, mengungkap sederet bahaya BPA pada galon guna ulang berbahan polikarbonat.

Penemuan itu, berdasarkan atas uji sampel post-market yang dilakukan BPOM selama periode 2021-2022 di seluruh Indonesia. Hasilnya adalah kelompok rentang bayi (usia 6-11 bulan) berisiko terpapar BPA 2,4 kali dari batas aman sementara anak-anak (usia 1-3 tahun) 2,12 kali.

Di sejumlah negara, galon berbahan polikarbonat sudah dilarang beredar jika tidak mencantumkan label peringatan potensi bahaya BPA. Negara Bagian California diĀ  Amerika Serikat misalnya telah menerapkan aturan tersebut sejak 2015.

Menurut Rita, BPOM pun mulai merencanakan revisi pelabelan BPA pada galonĀ  berbahan polikarbonat antara lain karena belajar dari tren di banyak negara tersebut.

Dalam rancangan peraturan BPOM, produsen air galon yang menggunakan kemasan polikarbonat wajib mulai mencantumkan label "Berpotensi MengandungĀ  BPA" kurun tiga tahun tiga tahun sejak peraturan disahkan.

Sementara itu, produsenĀ  yang menggunakan kemasan selain polikarbonat diperbolehkan mencantumkan label "Bebas BPA".

Kepala BPOM Penny K. Lukito juga pernah menghimbau industri AMDK ikut memikirkan potensi bahaya BPA pada air minum galon berbahan plastik keras polikarbonat yang beredar luar di masyarakat.

"Saya mengajak pelaku usaha, utamanya industri besar, untuk ikut memikul tanggung jawab melindungi masyarakat karena ada risiko BPA yang terkait dengan aspek kesehatan, termasuk fertility (tingkat kesuburan wanita) dan hal-hal lain yangĀ  belum kita ketahui saat ini," kata Penny.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini