Share

Program KB Bisa Bantu Anak Terhindar dari Stunting Loh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 19 Maret 2022 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 19 612 2564418 program-kb-bisa-bantu-anak-terhindar-dari-stunting-loh-VBLhGnUxG8.jpg Ilustrasi Stunting. (Foto: Shutterstock)

PROGRAM Keluarga Berencana (KB) memang sudah digagas sejak lama di negeri ini. Adapun tujuan dari program KB ini, yakni untuk mengendalikan populasi dan membentuk anak yang lebih sehat.

Megawati Soekarnoputri menyebut, kaum memang memiliki peran besar dalam mengentaskan masalah stunting. Oleh karena itu, ketika tidak terlalu banyak anak maka fokus untuk merawat pun lebih tinggi.

"Kaum perempuan memiliki tugas untuk melahirkan sehingga perempuan ini menjadi penuh tanggung jawab. Program KB bukan untuk memandulkan, tapi justru bisa memberikan perencanaan yang baik untuk membesarkan dan membangun anak-anak yang cerdas, sehat, dan pintar lahir batin," terang Megawati dalam webinar, belum lama ini.

Stunting

Dengan melahirkan generasi yang berkualitas, sambung Megawati, nantinya Indonesia bisa maju dan ini bukan angan-angan belaka. Karena itu, dia amat berharap bagi masyarakat khususnya perempuan mau bersama-sama membangun generasi berkualitas.

Salah satu indikatornya adalah tidak adanya kasus stunting di negeri ini, pun masalah anemia. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut berharap agar harapan tersebut bisa tercapai.

Namun, hingga sekarang kasus stunting masih ada meski setiap tahunnya terus berkurang. Penurunan stunting di Indonesia selama delapan tahun terakhir yaitu 2013-2021 masih berada di angka 2,0 persen khususnya tahun 2021, sedangkan untuk angka stunting adalah 24,4 persen. Padahal target RPJMN penurunan sebesar 14 persen atau 2,7 persen per tahun.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, stunting bisa disebabkan oleh faktor tidak langsung. "Faktor tidak langsungnya itu misal rumah yang kumuh, tidak memiliki air bersih, dan rumah tidak bersih," katanya.

Stunting, lanjut Hasto yang merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, bisa dikenali lewat beberapa tanda seperti anak sering sakit, nutrisinya kurang, dan tubuhnya pendek meski ini bukan tanda mutlak.

Ia melanjutkan, di era bonus demografi ini, seandainya banyak usia produktif tetapi tidak produktif, itu hanya akan menjadi beban negara. "Peluang untuk menjadi Indonesia Emas, sejahtera adalah sekarang, apabila tidak bisa dimanfaatkan akan lewat masa window opportunity-nya,'" tambah Hasto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini