Share

Terinspirasi Pandemi, Dokter Ini Ciptakan Baju Dokter Warna Warni

Martin Bagya Kertiyasa, Okezone · Senin 21 Maret 2022 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 194 2564984 terinspirasi-pandemi-dokter-ini-ciptakan-baju-dokter-warna-warni-v87wHqcgVh.jpg Baju dokter modis. (Foto: Instagram)

SIAPA bilang baju dokter (scrub) modelnya terlalu kaku. Dua dokter lulusan UI, dr Hansens Yansah, BMedSci(Hons) dan dr Jessica Halim, MRes, merambah jadi desainer dengan membuat baju dokter yang modis loh.

Jika biasanya Anda sering menjumpai dokter pakai baju hijau tua dan putih saja, kini banyak seragam dokter warna-warni. Ya, beragam pilihan warna-warna pastel kekinian, seperti pink, olive, peach, lilac, ungu hingga biru sekalipun, tak mengurangi fungsi atau makna dari seragam dokter itu sendiri.

baju dokter

dr Hans mengatakan, dia coba mendesain baju dokter ini di 2020, bertepatan dengan pandemi Covid-19. Sejak saat itu, dokter harus memakai scrub dengan lapis APD yang tentu membuat mereka tak nyaman.

β€œIde ini juga muncul dari ketidaktersediaan scrub yang layak untuk nakes yang sudah bekerja keras,” kata Hans lewat keterangan SCRB: The Scrub Project.

Sebagai dokter, dia seringkali merasa tak nyaman memakai scrub karena bahannya tak nyaman. Karena bagaimanapun, scrub harus menyerap keringat dan nyaman bergerak kemanapun.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Dia menyadari, para tenaga medis atau kesehatan (nakes), baik dokter, perawat, maupun profesi di bidang kesehatan lainnya, pada umumnya bekerja long-hour-shift bahkan hingga lebih dari 12 jam sehari. Juga aktivitas dengan intensitas tinggi, mengurus pasien dengan mobilitas tanpa batas, tentu bukanlah hal yang mudah.

Ditambah lagi, model dan warna scrub cuma itu-itu saja, terkesan monoton. Jadilah dia bersama sejawatnya dr Jessica membuat scrub stylish, namun tetap fungsional dan affordable.

"Kami sendiri mengalami, kalau bajunya nyaman kan tenaga kesehatan yang berada di lapangan dapat mengutamakan hal terpenting dalam bekerja. Yakni kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien,” kata Hans.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini