Share

Pertolongan Pertama Gegar Otak Seperti yang Dialami Marc Marquez, Benarkah Kompres Es ?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 481 2565090 pertolongan-pertama-gegar-otak-yang-perlu-diketahui-benarkah-kompres-es-batu-uXg80NiHHe.jpg Marc Marquez kecelakaan hingga gegar otak (Foto: Ist)

HAL yang dialami Marc Marquez di sirkuit MotoGP Mandalika 2022 jadi pembelajaran berharga. Gegar otak yang disebabkan benturan keras di tikungan 13 sirkuit Mandalika mengharuskan dirinya absen dari perhelatan olahraga balap motor tersebut.

Marc Marquez didiagnosis gegar otak. Informasi itu disampaikan secara resmi oleh akun media sosial @MotoGP di Twitter. "Marc Marquez menyatakan diri bahwa dia tidak bugar karena mengalami gegar otak," tulis @MotoGP di Twitter, kemarin (20/3/2022).

 Marc kecelakaan

Sesaat setelah dirinya terpelanting di sirkuit, Marc segera dilarikan ke rumah sakit. Pertolongan medis segera diberikan untuk meminimalisir dampak buruk yang bisa terjadi sesaat setelah gegar otak terdiagnosis.

Penanganan gegar otak tidak boleh sembarang. Seseorang yang mengalami gegar otak memerlukan tindakan tepat dan tidak sembrono. Hal ini berkaitan dengan meminimalisir trauma pada otak yang malah bisa menyebabkan masalah serius di kemudian hari.

Tindakan pertolongan pertama pada orang gegar otak diperlukan. Menurut informasi yang diterangkan laman CPR Certified, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Jangan gerakkan kepala

Orang dengan gegar otak tidak boleh banyak bergerak sesaat setelah trauma terjadi, khususnya area kepala.

"Sangat disarankan untuk tidak banyak menggerakkan kepala saat menunggu bantuan medis datang," terang laporan kesehatan laman tersebut, dikutip MNC Portal, Senin (21/3/2022).

Jangan menggerakkan kepala bila Anda merasa benturan keras terjadi di tulang belakang. Asumsi tersebut diperlukan untuk meminimalisir dampak buruk lanjutan.

2. Kompres es di area cedera

Jika tersedia, segera oleskan atau kompres es batu pada area cedera selama kurang lebih 20-30 menit per 2 hingga 4 jam sekali. Pastikan es dibungkus dengan plastik atau kain, jangan tempelkan es langsung ke kulit.

"Ingat, jangan menekan terlalu keras karena itu bisa mendorong serpihan tulang ke otak," saran laporan tersebut.

3. Konsumsi obat pereda nyeri

Pertolongan lanjutan yang bisa dikerjakan pada orang dengan gegar otak adalah konsumsi obat pereda nyeri. Obat yang disarankan adalah Tylenol, tapi jangan kasih Aspirin atau Ibuprofen, karena dapat meningkatkan perdarahan.

4. Awasi fungsi kognitif pasien

Korban gegar otak biasanya tampak baik-baik saja di awal kejadian, tetapi bisa tiba-tiba memburuk beberapa menit atau jam setelah cedera. Di momen menunggu bantuan medis, Anda sebagai penolong bisa terus memberikan pertanyaan ke pasien.

 BACA JUGA: Apakah Gegar Otak yang Dialami Marc Marquez Bisa Sebabkan Masalah Memori?

Itu diperlukan agar otak si pasien tetap berjalan dan membantu memantau kondisi orang tersebut apakah masih sadar atau tidak. Pertanyaan yang dapat diajukan seperti:

- Siapa namamu?

- Kamu di mana sekarang?

- Bagaimana kondisimu?

- Berapa usiamu?

- Berapa jari yang saya angkat? (Angkat jari)

- Ulangi kata-kata saya, ya,.... (minta pasien mengulangi serangkaian kata atau kalimat sederhana)

Tips di atas diasumsikan si pasien masih dalam keadaan sadar. Kalau korban ditemukan tidak sadar, saran yang diberikan berbeda. Berikut langkah pertolongannya:

- Periksa tempat kejadian untuk memastikan si korban aman

- Cek napasnya dengan menempatkan jari di hidung korban. Jangan naikkan dagu korban.

- Jika korban tidak bernapas, lakukan CPR sambil memastikan kepalanya tidak bergerak.

- Jangan pindahkan tubuh korban jika tidak benar-benar diperlukan. Ini meminimalisir gerak tubuh yang malah bisa menyebabkan masalah baru di tubuh korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini