Share

Stigma Mistis Bikin Kasus TBC Masih Tinggi di Indonesia

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 23 Maret 2022 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 23 481 2566674 stigma-mistis-bikin-kasus-tbc-masih-tinggi-di-indonesia-TWzJeebaPF.jpg Penderita TBC batuk-batuk (Foto: Shutterstock)

SELAIN infeksi Covid-19, kita tak boleh melupakan ancaman dari penyakit lainnya. Contohnya penyakit tuberkulosis (TBC) yang masih mengintai masyarakat di Indonesia.

TBC bisa dibilang akrab di kalangan masyarakat kita, diketahui penyakit ini sudah menyebabkan angka kematian cukup tinggi dengan merenggut 93 ribu kematian per tahunnya Indonesia.

 TBC

Secara angka kasus, dari catatan Kementerian Kesehatan RI, memang saat ini sudah terjadi penurunan. Angka estimasi yang awalnya mencapai 1 juta kasus, sekarang sudah turun ke angka berkisar 824.000 kasus.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengemukakan, fakta di lapangan memperlihatkan bahwa memang penyakit TBC ini tak mudah untuk bisa teridentifikasi.

Penyebab kasus TBC masih tinggi di negeri ini, bukan hanya dari faktor teknis kesehatan karena tak bergejala, tetapi faktor sosial seperti lingkungan masyarakat pun sangat berperan.

Sebagai contoh, kuatnya stigma negatif yang beredar dan lekat di kalangan masyarakat umum Indonesia.

“Pertama masih ada stigma di masyarakat kalau menderita penyakit TBC itu adalah penyakit yang memalukan,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, dalam gelaran konferensi pers The 1st G20 Health Working Group (HWG), Rabu (23/3/2022).

Selain itu, dr. Nadia menambahkan bahwa stigma yang terkait soal mistis pun tak dipungkiri memang jadi salah satu yang memicu tingginya angka kasus penyakit TBC di Indonesia, karena pada akhirnya menimbulkan pemahaman yang salah pada banyak orang.

“Misalnya kena TBC sampai batuk berdarah, itu sering dianggap sebagai kutukan atau kena guna-guna. Jadi persepsi yang masih salah di masyarakat ini yang menjadi penghambat untuk masyarakat mengakses pengobatan dan perawatan,” tukasnya.

Sebagai informasi, penyakit TBC di Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina dengan jumlah kasus 824 ribu dan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam.

 BACA JUGA:Waspada TBC, Bakteri Mycobacterium Bisa Tidur dan Aktif Kapan Saja

Diestimasikan dari 824 ribu pasien TBC di Indonesia, baru sekitar 49 persen yang ditemukan dan diobati, sehingga masih ada sebanyak 500 ribuan orang yang belum diobati dan berisiko menjadi sumber penularan di lingkungan masyarakat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini