Share

Jangan Sepelekan Obesitas, Anda Bisa Kena Kanker Hati Loh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 25 Maret 2022 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 24 481 2567458 jangan-sepelekan-obesitas-anda-bisa-kena-kanker-hati-loh-NOSRD4QfIl.jpg Ilustrasi Kanker Hati. (Foto: Shutterstock)

GAYA hidup tidak sehat memang bisa mendatangkan berbagai macam penyakit. Ketika menerapkan pola hidup tidak sehat, bukan tidak mungkin seseorang akan mengalami obesitas yang bisa berujung pada diabetes.

Jika sudah begitu, maka tubuh akan sangat rawan terpapar penyakit lainnya, salah satunya adalah kanker hati. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Mayapada Hospital Tangerang dr Hendra Nurjadin, Sp.PD-KGEH, menyebut terjadinya penumpukan lemak di hati bisa menyebabkan sirosis hati.

"Sirosis hati juga bisa disebabkan oleh obesitas, sindrom metabolik, dan diabetes," tutur dr Hendra dalam keterangan tertulisnya.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut pun disebut Nonalcoholic Steatohepatitis (NASH) atau penyakit hati yang tidak berhubungan dengan alkohol. Karenanya, bukan hanya mereka yang mengonsumsi alkohol yang bisa terkena kanker hati, tapi juga yang obesitas.

Kanker Hati

Kanker hati terbagi menjadi dua jenis, yaitu kanker hati primer yang merupakan kanker yang terjadi dari sel-sel hati yang normal berubah menjadi sel abnormal, sedangkan tipe kanker hati satunya adalah metastasis yaitu kanker hati yang berasal dari penyebaran kanker dari organ lain seperti usus besar, paru-paru, atau payudara.

"Hepatitis B dan C yang banyak terjadi di Indonesia juga merupakan penyebab banyaknya sirosis hati yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kasus kanker hati, di mana sebenarnya hepatitis B ini dapat dicegah dengan vaksinasi dan hepatitis C dapat dengan mudah diobati cukup hanya 3 bulan saja dengan obat-obatan antivirus yang baru," jelas dia.

"Mayoritas penderita kanker hati primer di dunia itu memiliki penyakit hati kronis seperti sirosis hati atau terbentuknya jaringan parut di hati akibat penyakit kronis," tambahnya.

Oleh karena itu, deteksi dini menjadi hal penting yang harus dilakukan untuk meminimalisir keparahan kasus kanker hati. Semakin cepat kanker terdiagnosis, semakin mudah penanganan kankernya.

"Semakin kecil ukuran tumor dan semakin rendah stadium kanker, serta fungsi hati dan kondisi kesehatan yang baik, maka kanker hati dapat ditangani dengan lebih baik," papar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Prof dr Abdul Aziz Rani, Sp.PD-KGEH.

Dokter Abdul menambahkan, beda cerita kalau penyakit sudah semakin berat, keluhan menjadi lebih berarti, seperti nyeri pada perut, perut membesar, mudah memar dan perdarahan, kulit dan mata menguning, serta penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya.

"Dan sangat disayangkan banyak pasien di Indonesia datang dengan kondisi penyakit yang sudah semakin serius dengan gejala yang lebih berarti. Artinya, stadium kanker sudah lanjut," terang dr Abdul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini