Share

Melihat Lagi Vaksin Nusantara Gagasan dr Terawan, Ini Metode yang Digunakan

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 26 Maret 2022 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 26 481 2568115 melihat-lagi-vaksin-nusantara-gagasan-dr-terawan-ini-metode-yang-digunakan-cOdyxSjZdl.jpg Prof Dr dr Terawan Agus Putranto penggagas Vaksin Nusantara. (Foto: Dok Okezone)

PROFESOR Dr dr Terawan Agus Putranto mendadak jadi pembahasan hangat. Ini setelah mantan menteri kesehatan itu diberhentikan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Pemberhentian itu merupakan hasil keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) dalam Muktamar Ke-31 IDI di Banda Aceh, Jumat 25 Maret 2022.

Terawan sendiri selama ini dikenal sebagai penggagas Vaksin Nusantara. Ia menggunakan metode sel dendritik untuk mengembangkan vaksin covid-19 tersebut.

Baca juga: IDI Berhentikan dr Terawan dari Keanggotaan, Ada 3 Poin Penting di Sidang MKEK 

Beberapa waktu lalu ia mengatakan tinggal selangkah lagi vaksin sel dendritik tersebut rampung dikerjakan dan diklaim dapat membantu menyelesaikan pandemi covid-19 di Indonesia. Salah satu alasan mengapa Vaksin Nusantara tetap harus dilakukan sampai tuntas adalah kepercayaan Terawan bahwa vaksin ini begitu aman. Itu kenapa dia melibatkan istri dan anak dalam penelitian.

Sementara Kepala Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengungkapkan metode dendritik yang digunakan untuk pembuatan Vaksin Nusantara pernah dipakai untuk terapi kanker. Dia menjelaskan bahwa metode ini adalah mengambil sel dendritik yakni satu sel yang menyusun kekebalan manusia.

"Sel dendritik ini adalah salah satu bagian dari sel-sel yang menyusun kekebalan manusia ya," jelas dia dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

"Jadi, dia memang akan mengenali benda-benda asing yang masuk termasuk virus atau bakteri. Kemudian, ceritanya akan dimakan oleh dia dan katakanlah akan dipotong-potong dan bagiannya akan dimunculkan di permukaan sel tersebut," terangnya.

Baca juga: Potensi 80 Juta Orang Mudik pada Lebaran 2022, Kemenkes: Segera Vaksinasi Booster 

Sel-sel yang muncul itu, kata Amin, yang akan merangsang dan membentuk kekebalan atau membentuk antibodi.

"Nah bagian-bagian dari virus atau bakteri yang dimunculkan ke permukaan itu akan merangsang kekebalan seluler atau kalau dia akan bergabung dengan beberapa molekuler maka akan membentuk kekebalan. Artinya pembentukan antibodi," paparnya.

Metode dendritik ini, kata Amin, pernah dicoba untuk terapi kanker. Penggunaan untuk SARS-Cov-2 penyebab covid-19 pertama kali di dunia.

"Teknologi itu memang sudah dicoba dan itu untuk terapi. Terapi kanker. Untuk vaksin penyakit infeksi belum ada yang pernah digunakan. Jadi saat ini penggunaan SARS-Cov-2 ini memang salah satu yang dicoba pertama kali, yang akan diterapkan di manusia," katanya.

Baca juga: Andin Alami Baby Blues Usai Melahirkan, Yuk Kenali Penyebab hingga Gejalanya 

Amin menjelaskan bahwa gagasan dari metode dendritik ini adalah untuk meningkatkan respons imun. "Memang gagasannya adalah untuk meningkatkan respon imun terhadap bagian-bagian dari mikroba yang akan dihentikan," ungkap dia.

"Jadi intinya dalam penyiapan vaksin dendritik ini, dari sel manusia yang diambil kemudian di biak, atau diberi antigen yang berupa bagian-bagian dari virus SARS-Cov-2 ini. Sehingga, sel dendritik ini sesuai sifatnya akan mengambil protein yang diberikan. Kemudian akan dimunculkan. Nah itu yang diharapkan munculnya kekebalan," pungkasnya.

Baca juga: Putih Telur Jangan Dibuang, Bisa Samarkan Kerutan di Wajah Lho 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini