Share

Dokter Terawan Buat Vaksin Nusantara Berbasis Sel Dendritik, Simak Cara Kerjanya Lawan Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 26 Maret 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 26 481 2568125 dokter-terawan-buat-vaksin-nusantara-berbasis-sel-dendritik-simak-cara-kerjanya-lawan-covid-19-UgmtFwhlRN.jpg Prof Dr dr Terawan Agus Putranto penggagas Vaksin Nusantara. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)

IKATAN Dokter Indonesia dalam Muktamar Ke-31 di Banda Aceh resmi memberhentikan Profesor Dr dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan IDI. Pemberhentian mantan menteri kesehatan itu merupakan hasil keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI).

Sebelum adanya polemik ini, Dokter Terawan dikenal sebagai sosok pengagas Vaksin Nusantara. Ini adalah vaksin covid-19 berbasis sel dendritik. Lantas, apa yang dimaksud dengan sel dendritik itu?

Baca juga: Breaking News: IDI Resmi Berhentikan dr Terawan dari Keanggotaan 

Dirangkum dari News Medical, sel dendritik memberikan peran penting dalam respons imun melalui keterlibatannya dalam presentasi antigen, produksi sitokin, dan perekrutan sel imun. Pasien covid-29 umumnya sering mengalami defisiensi sel dendritik.

Kondisi tersebut terjadi karena perpindahan massal sel ini menuju paru-paru dan tempat peradangan lainnya. Penipisan sel dendritik dikaitkan dengan produksi interferon yang lebih rendah dan prognosis yang lebih buruk dari infeksi covid-19.

Baca juga: Melihat Lagi Vaksin Nusantara Gagasan dr Terawan, Ini Metode yang Digunakan 

Akibatnya, covid-19 berpotensi bertahan untuk jangka waktu yang signifikan, dan setelah pemulihan pasien menjadi rentan terhadap patogen lain. Dalam studi terbaru, pengaruh covid-19 secara berkelanjutan pada defisiensi sel dendritik selama tujuh bulan masih terus diselidiki.

Bagaimana covid-19 memengaruhi sel dendritik selama infeksi?

Sel dendritik dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan fungsinya, di antaranya sel dendritik myeloid yang mengatur respons proinflamasi dan sel dendritik plasmacytoid yang menghasilkan interferon tipe I.

Plasma darah yang dikumpulkan dari pasien yang terinfeksi covid-19 akut mengungkapkan bahwa populasi kedua jenis sel dendritik secara signifikan lebih rendah. Ini disebabkan sel dendritik plasmacytoid berperan sebagai produsen utama interferon pada infeksi covid-19.

Baca juga: Potensi 80 Juta Orang Mudik pada Lebaran 2022, Kemenkes: Segera Vaksinasi Booster 

Penelitian tersebut juga menyelidiki produksi molekul ini pada pasien covid-19 dan orang yang sehat. Hasilnya mencatat korelasi positif antara sel dendritik dan tingkat interferon.

Penelitian tersebut kemudian menghitung populasi sel dendritik dan penanda biologis terkait di antara pasien covid-19 dengan gejala ringan dan berat. Peneliti menemukan bahwa hanya ada korelasi ringan namun positif antara keparahan penyakit dan defisiensi sel dendritik.

Baca juga: Andin Alami Baby Blues Usai Melahirkan, Yuk Kenali Penyebab hingga Gejalanya 

Pasien yang sembuh dari covid-19 sekira tujuh bulan sebelumnya dan pernah dirawat di rumah sakit dilibatkan dalam penelitian. Secara keseluruhan, mereka memiliki persentase sel dendritik myeloid yang lebih tinggi bagi mereka yang dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan orang yang sehat.

Jumlah sel dendritik plasmacytoid tetap sedikit, sementara produksi interferon juga terganggu pada pasien yang dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan subjek yang sehat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini