Share

Benarkah Pasta Gigi Flouride Tidak Aman Digunakan? Ini Kata Dokter

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 26 Maret 2022 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 26 612 2568169 benarkah-pasta-gigi-flouride-tidak-aman-digunakan-ini-kata-dokter-DLJEtAmE3t.jpg Ilustrasi pasta gigi ber-flouride. (Foto: Pixabay)

MUNCUL pertanyaan, benarkah pasta gigi ber-flouride tidak aman digunakan? Menjawab pertanyaan tersebut, Dokter Spesialis Kedokteran Gigi Anak dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) drg Eka Sabaty Shofiyah Sp KGA mengatakan tidak perlu khawatir menggunakan pasta gigi flouride karena aman digunakan.

"Jangan takut flouride. Sebetulnya flouride itu golden standard atau bahan pilihan yang direkomendasikan sebagai upaya dalam mencegah gigi berlubang," ungkap drg Eka yang juga tergabung dalam Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) itu melalui sebuah webinar kesehatan, Jumat 25 Maret 2022.

Baca juga: Kemenkes: Vaksinasi Booster Penting untuk Kurangi Kesakitan jika Tertular Covid-19 

Ia menjelaskan, flouride memiliki manfaat memperkuat lapisan terluar gigi agar lebih tahan terhadap asam dari makanan yang Anda konsumsi. Di negara-negara maju dikenal pembatasan penggunaan zat ini karena biasanya sudah terkandung dalam air minum mereka.

Berbeda dengan di negara maju, lanjut drg Eka, di Indonesia tidak ada air minum dengan tambahan flouride sehingga pasta gigi menjadi harapan satu-satunya untuk mendapatkan flouride yang bermanfaat untuk mencegah gigi berlubang.

Ilustrasi pasta gigi ber-flouride. (Foto: Shutterstock)

Pasta gigi berfluoride bisa digunakan sejak gigi pertama tumbuh untuk mencegah gigi berlubang dan tidak perlu menunggu anak bisa berkumur karena jika digunakan sesuai panduan takaran, jumlahnya terpantau dan aman tertelan.

Baca juga: Dokter Terawan Buat Vaksin Nusantara Berbasis Sel Dendritik, Simak Cara Kerjanya Lawan Covid-19 

Panduan takaran dari para pakar kesehatan yakni pada usia di bawah 3 tahun cukup sebesar biji beras dan pada usia di atas 3 tahun yang biasanya sudah bisa berkumur maka sebesar biji jagung (0,25 mg flouride).

"Aman tertelan kalau digunakan sesuai takaran. Dosis optimal flouride 0,05 mg per kg per hari. Walaupun anak belum bisa berkumur. Anak usia 1 tahun dengan berat badan 10 kg, berarti dosis optimal flouride 0,5 mg. Pakainya hanya sebesar biji beras, 0,1 mg. Sikat gigi dua kali misalnya tertelan masih di bawah dosis optimal," jelas drg Eka, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Dalam membangun kebiasaan anak menyikat gigi, salah satu faktor yang penting yakni rasa pasta gigi yang enak. Oleh karena itu, Anda bisa memberikan pasta gigi non-flouride pada anak, asalkan dia sudah menggunakan pasta gigi berflouride terlebih dulu.

Baca juga: Melihat Lagi Vaksin Nusantara Gagasan dr Terawan, Ini Metode yang Digunakan 

Baca juga: Potensi 80 Juta Orang Mudik pada Lebaran 2022, Kemenkes: Segera Vaksinasi Booster 

Pasta gigi dengan hydroxyapatite bisa menjadi pilihan dan memiliki manfaat memperbaiki permukaan gigi yang mulai melemah, sehingga dapat digunakan sejak awal gigi anak tumbuh sebagai pendamping pasta gigi berfluoride.

Dia mengingatkan, perawatan mulut perlu diperhatikan sedini mungkin, bahkan sebelum gigi pertama muncul sekalipun. Ketika seorang anak telah memiliki gigi, orang tua perlu menaruh atensi lebih dalam menjaga kebersihannya lewat menyikat gigi menggunakan pasta gigi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini