Share

Tidak Sekadar Gowes, Komunitas Sepeda Tua Ikut Menjaga Sejarah Indonesia

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 27 Maret 2022 06:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 27 612 2568461 tidak-sekadar-gowes-komunitas-sepeda-tua-ikut-menjaga-sejarah-indonesia-O2Uf5jnZ1f.jpeg Podcast Aksi Nyata tentang komunitas sepeda. (Foto: YouTube Partai Perindo)

SELAMA pandemi covid-19, banyak orang rutin melakukan olahraga sepeda. Karena itu, penjualan sepeda pun sempat meningkat. Menanggapi fenomena ini, perwakilan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Teddy Nugraha mengatakan sepeda tidak sekadar tren, tapi juga mempunyai komunitas untuk menjaganya.

Ia mengungkapkan, tidak hanya di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia juga terdapat komunitas sepeda yang mewakili daerahnya masing-masing. Mulai sepeda tua atau ontel hingga model kekinian.

Baca juga: Selain Olahraga, Ajang Lari dan Gowes Bisa Sambil Lestarikan Lingkungan 

"Jakarta punya KOBA, Komunitas Ontel Batavia. Bandung punya PSBB, Persatuan Sepeda Bandung Baheula, dan banyak lagi semua nama-nama komunitasnya," ujar Teddy dalam podcast YouTube Partai Perindo bertajuk 'Romantisme Gowes Sepeda Tua di Era Metaverse', Sabtu (26/3/2022).

Podcast Aksi Nyata tentang komunitas sepeda. (Foto: YouTube Partai Perindo)

Teddy menambahkan, dirinya dan seluruh komunitas sepeda di Indonesia bangga akan nama klubnya. Meskipun berbeda-beda, visi dan misi yang dibawanya tetaplah sama, yakni menjaga keberadaan sepeda tua yang hingga saat ini masih ada di Indonesia.

Selain itu, kata Teddy, adanya sepeda tua ini adalah bagian dari sejarah di Indonesia. Dahulu para penjajah seperti Belanda yang termasuk salah satu negara membawa sepeda ontel ke Tanah Air.

Baca juga: Akhir Pekan, Presiden Jokowi Asyik Main Sepeda Bareng Sedah Mirah 

"Tapi kita sama-sama (mengingatkan) kalau kita adalah pelaku sejarah. Mempertahankan apa yang Indonesia punya saat ini. Di mana yang sudah hancur lebur, banyak. Tapi itulah rasa yang sama untuk memiliki, menjaga, dan merawat sehingga timbulah kebersamaan," tuturnya.

Ia melanjutkan, keberadaan sepeda tua saat ini benar-benar harus dipertahankan. Maka itu, melalui komunitas sepeda ini diharapkan dapat saling menjaga satu sama lainnya. Sebab pemilik sepeda ini juga tidak mengenal usia, sehingga adanya komunitas tersebut dapat makin mempererat jalin kekuatan dengan yang lainnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini