Share

Stop Memencet Jerawat! Ini 4 Dampak Buruknya

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 28 Maret 2022 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 28 611 2569259 stop-memencet-jerawat-ini-4-dampak-buruknya-vEfXxXpo1C.jpg Ilustrasi Jerawat. (Foto: Shutterstock)

JERAWAT pada wajah seringkali dianggap mengganggu dan menyebabkan rasa tidak nyaman. Bukan hanya merusak penampilan, keberadaan jerawat pun terkadang membuat kita gemas karena rasa sakit nyut-nyutan akibat iritasi tersebut.

Pada dasarnya jerawat muncul ketika pori-pori tersumbat oleh minyak berlebih dan sel-sel kulit mati, sehingga terjadi pertumbuhan bakteri dan menyebabkan infeksi kecil di pori-pori.

Kerap kali rasa tidak nyaman yang ditimbulkan oleh jerawat, memicu kebiasaan buruk memencet jerawat. Namun tahukah Anda bahwa kebiasaan tersebut hanya akan memperburuk peradangan yang terjadi pada jerawat. Mari simak ulasan berikut mengenai berbagai dampak buruk dari kebiasaan memencet jerawat.

Jerawat

Memicu timbulnya jerawat lain

Memencet jerawat melibatkan cukup banyak sentuhan pada wajah. Ahli kulit mengatakan, memencet satu jerawat justru membuat jerawat bertambah lebih banyak. Saat jari menyentuh bagian yang berjerawat, tanpa kita sadari bakteri dan kotoran akan menempel.

Menimbulkan bekas

Walaupun jerawat tersebut terlihat sudah menghilang dari wajah Anda. Namun kegiatan memencet jerawat ini hanya akan menimbulkan bekas luka yang terlihat sangat jelas.

Kulit terlihat berlubang

Kebiasaan sering memencet jerawat juga dapat berisiko membuat kulit terlihat berlubang. Hal ini terjadi karena kelenjar minyak di kulit pecah dan keluar. Lalu, bagian kulit menjadi kosong sehingga meninggalkan kesan berlubang.

Semakin besar ukuran jerawat maka akan semakin besar lubang yang ditinggalkan. Bolong akibat lubang bekas jerawat bisa tertutup kembali dengan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Menyebabkan hiperpigmentasi

Bercak gelap cenderung dialami orang berkulit gelap. Sedangkan pada orang berkulit terang, hiperpigmentasi timbul berupa bercak kemerahan.

Mengatasi hiperpigmentasi memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Hindari kebiasaan menyentuh area berjerawat dan biarkan hilang dengan sendirinya.

Ingin tahu lebih lanjut tentang first class Lifestyle, silakan klik HighEnd-Magazine.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini