Share

Inspirasi Baju Lebaran Bernuansa Motif Daerah, Bakal Jadi Tren 2022!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 30 Maret 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 30 194 2570190 inspirasi-baju-lebaran-bernuansa-motif-daerah-bakal-jadi-tren-2022-JrdCuALGvs.jpg Tren Baju Lebaran 2022 (Foto: Istimewa)

BULAN Ramadan sebentar lagi akan tiba. Persiapan sudah mulai dilakukan, bahkan beberapa orang sudah mencari-cari baju Lebaran.

Jika biasanya bernuansa putih, di 2022 ini tren baju Lebaran ke arah full pattern dan berwarna cerah atau bold. Baju Lebaran dengan motif daerah pun semakin banyak dilirik pencinta fashion.

Itu kenapa Vice President Elzatta, Tika Mulya, coba melahirkan baju Lebaran dengan motif daerah yang sangat unik. Tika mengambil inspirasi baju Lebaran motif daerah dari Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Baju Lebaran

"Kekayaan alam dan budaya Indonesia merupakan inspirasi yang tiada habisnya. Itu kenapa istimewa sekali di Lebaran 2022 tren baju Lebarannya mengambil motif daerah," terang Tika dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Rabu (30/3/2022).

BACA JUGA : Tren Busana Sarimbit Diprediksi Populer saat Lebaran Tahun Ini

Secara garis besar, Tika menjelaskan bahwa tema baju Lebaran 2022 kali ini dari Sarimbit Raya Elzatta mengambil konsep merajut kebersamaan dan menebar kebahagiaan. Hal itu tercurahkan dalam permainan motif dan warna yang tertuang di material busana.

Baju Lebaran

"Motif Toraja misalnya, itu melambangkan semangat kekerabatan dan persatuan, sedangkan motif Batik Insang yang berarti napas dan gerak kehidupan. Sementara itu, tenun NTT dan Batik Papua melambangkan kekuatan para pengrajin perempuan di balik kain tenunnya," papar Tika.

BACA JUGA : Tips Beli Baju Lebaran Aman dari Penularan Covid-19

Tak hanya itu, Tika juga membocorkan tren hijab di Ramadhan 2022. Menurutnya, di tahun ini hijab yang akan booming mengarah ke warna earthy tone dengan motif statement.

Secara khusus Tika menggandeng tiga muse untuk inspirasi hijab Ramadhan 2022 yaitu Tya Ariestya, Betari Ayu, dan Marini Zumarnis. Menurut Tika, perempuan-perempuan itu bisa memberi semangat dan arti kecantikan perempuan dari dalam hatinya.

"Untuk hijab, kami ingin mengampanyekan persembahan perempuan untuk perempuan. Ini diharapkan bisa memberi pengaruh positif dan menjadi inspirasi perempuan Indonesia," tambah Tika.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini