Share

Tips Puasa Ramadan bagi Lansia agar Tetap Sehat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 31 Maret 2022 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 481 2570806 tips-puasa-ramadan-bagi-lansia-agar-tetap-sehat-nWSFgeVvvI.jpg Lansia ibadah puasa (Foto: Dance informa)

PADA umumnya lansia memiliki kondisi kesehatan yang sudah tidak prima dibandingkan mereka yang masih muda. Meski begitu, lansia masih bisa tetap berpuasa, tentu dengan memerhatikan beberapa hal.

Profesor Zubairi Djoerban punya tips yang bisa diterapkan agar lansia tetap sehat selama menjalani puasa. Ini menjadi penting agar para lansia bisa nyaman berpuasa Ramadhan.

 lansia berpuasa

Apa saja tips puasa bagi lansia menurut Prof Zubairi Djoerban?

1. Hindari makanan tinggi gula dan garam

Hal pertama yang harus diperhatikan, kata Prof Beri, sapaan akrabnya, adalah hindari makanan tinggi gula dan garam.

"Itu dapat menyebabkan Anda mudah lelah," kata Prof Beri dikutip MNC Portal dari Twitter pribadinya, Kamis (31/3/2022).

2. Kurangi kafein

Kafein terbukti dapat menyebabkan buang air kecil lebih banyak, sehingga berisiko dehidrasi. Jadi, saat sahur dan buka puasa, kurangi asupan kafein Anda, ya.

3. Ngemil makanan yang bergizi

Jika ingin ngemil saat sahur atau berbuka, Prof Beri menyarankan untuk ngemil makanan bergizi. "Makanan itu seperti kurma, yoghurt tanpa pemanis, dan kacang badam," sarannya.

4. Tetap olahraga

Para lansia tetap disarankan berolahraga di bulan Ramadhan. Tentu, dengan intensitas dan durasi yang lebih ringan. "Ingat, tidak bergerak malah bikin lesu," katanya.

5. Jangan sekali makan besar

Tak hanya anak-anak atau dewasa muda, lansia juga bisa kalap makan besar di buka puasa. Hal ini patut dihindari.

"Makan dua-tiga kali dalam porsi kecil saja," saran Prof Beri yang merupakan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

 BACA JUGA:5 Tips agar Maag Tak Kambuh saat Puasa, Dijamin Lambung Anteng Sampai Magrib!

6. Tidur cukup

Penting bagi lansia untuk tidur cukup. Maka dari itu, Prof Beri menyatakan bahwa kurang tidur bisa memengaruhi sensitivitas tubuh terhadap insulin.

"Itu menyebabkan kadar gula darah sulit dikendalikan," terangnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini