Share

Sunat Metode Tekno Klem Bisa Pulang Tanpa Ada Alat Menempel, Ini Faktanya!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 31 Maret 2022 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 481 2570817 sunat-metode-tekno-klem-bisa-pulang-tanpa-ada-alat-menempel-ini-faktanya-lNeGPIe46M.jpeg Sunat metode tekno klem (Foto: Istimewa)

METODE sunat masa kini sudah sangat beragam dan diklaim tidak sakit. Beda dengan sunat konvensional yang dianggap masih menimbulkan rasa sakit dan waktu pemulihan yang lama.

Salah satu metode sunat yang kini banyak dilirik adalah sunat Tekno Klem. Ya, sunat klem menjadi pilihan banyak orang karena dianggap tidak sakit, tapi sayangnya pasien pulang dengan klem yang masih menempel.

Nah, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan teknik sunat baru yaitu Tekno Klem. Metode sunat yang satu ini diperkenalkan oleh dr Darsono dan dr Anwar Indra Syafrudin bersama PT Tekno Klem Indonesia.

Metode Sunat

"Metode Tekno Klem menjanjikan klem tidak lagi terpasang saat pulang ke rumah. Ini memungkinkan si anak bisa merasa lebih nyaman lagi," kata dr Darsono dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Selasa (29/3/2022).

BACA JUGA : Mengenal Sunat Klem, Tanpa Perban dan Jahitan Anak Bisa Langsung Beraktivitas

Dijelaskan Ketua Umum Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI) itu, metode sunat Tekno Klem dikembangkan oleh anak bangsa dan dirancang sedemikian rupa sehingga sesuai dengan anatomi anak di Asia.

Metode Sunat

"Desain metode ini mengedepankan kemudahan pemakaian, keamanan, dan kenyamanan baik untuk praktisi maupun si anak yang dikhitan," tambahnya.

BACA JUGA : 3 Tips Persiapkan Anak Jalani Sunat agar Tak Alami Trauma

Lebih lanjut, dr Anwar menjelaskan bahwa metode sunat Tekno Klem sudah banyak dipraktikan ke anak-anak Indonesia. Sejauh ini hasilnya cukup baik dengan angka keberhasilan yang tinggi serta risiko pasca-sunat sangat minim.

"Metode ini seperti menjawab keresahan masyarakat akan masalah persunatan di Indonesia, misalnya klem yang harus menempel setelah sunat, keterbatasan ketersediaan klem, risiko perdarahan, dan lainnya," ungkap dr Anwar.

Secara detail, karakteristik metode sunat Tekno Klem ini meliputi penggunaan obat bius sebelum tindakan dimulai, penggunaan alat yang steril, sedikit terjadi perdarahan, tidak ada risiko infeksi, lama pengerjaan kurang dari 10 menit.

Selain itu, metode Tekno Klem juga diketahui tidak memerlukan perban atau penjahitan di area Mr P, dikerjakan oleh tenaga medis resmi, hasil sunat yang lebih baik secara estetik, dan yang nilai pembeda dari metode lain adalah tidak ada klem yang menempel setelah pasien pulang ke rumah.

"Setelah selesai proses sunat, dokter akan melepas klem dan memberikan lem pengganti jahitan atau dikenal dengan skin adhesive. Jadi, tidak ada jahitan sama sekali," terang dr Darsono.

Efektivitas penggunaan skin adhesive atau sealer sebagai pengganti jahitan sendiri sudah teruji klinis. Ya, studi mengenai efektivitasnya sudah termuat dalam jurnal International Journal of Research in Pharmaceutical Sciences and Technology.

Dalam jurnal tersebut, KV Swathi Krishna dkk (2018) menyimpulkan, skin glues atau lem merupakan salah satu metode yang paling efektif dan efisien untuk menutup luka karena proses penjahitan memerlukan waktu yang tidak sebentar. Hasilnya juga lebih estetis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini