Share

Inspirasi Batik Modern untuk Mudik Ramadan Perdana di Era Pandemi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 02 April 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 02 194 2572059 inspirasi-batik-modern-untuk-mudik-ramadan-perdana-di-era-pandemi-oeOk92NF53.JPG Inspirasi Batik untuk Ramadan. (Foto: Instagram)

PADA Ramdan kali ini, pemerintah memang telah mengizinkan masyarakat untuk menjalani mudik. Meskipun, untuk mudik pada Lebaran 2022 ini ada syarat yang harus dilakukan, yakni telah menjalani vaksinasi Covid-19, baik vaksin pertama, penuh ataupun dengan booster.

Karena kita akan berlebaran bersama keluarga besar, tidak ada salahnya memikirkan akan tampil seperti di Ramadan 2022. Nah, jika Anda bingung memilih pakaian, batik sederhana mungkin bisa menjadi pilihan bagi Anda.

Ya, batik modern bisa jadi pilihan gaya berbusana di Ramadan 2022 karena memberi nuansa berbeda sekaligus merawat budaya bangsa. Lagipula, batik dengan motif sederhana tetap akan terlihat calming jika dipakai sehari-hari di bulan Ramadan.

Desainer Indonesia Bai Soemarlono alias Bai Populo pun menghadirkan koleksi dengan motif batik sederhana lahir jelang Ramadan 2022 untuk memberi napas baru di dunia mode Tanah Air. Koleksi batik dengan motif sederhana yang dibawa jenama ini benar-benar simple.

Menariknya, Bai Populo mengambil inspirasi motif batik dari filosofi Jawa yang sarat akan makna. Tak hanya itu, pesan untuk cinta lingkungan pun tertuang di motif yang diciptakan.

"Motif batik terinspirasi dari filosofi Jawa untuk menghormati alam sebagai ekosistem yang lebih besar. Motif dibuat dalam skala kecil dengan menggunakan warna monokromatik sederhana untuk menekankan gagasan agar hidup selaras dengan ekosistem," papar Bai Populo dalam keterangan UNIQLO Batik Motif Collection Spring/Summer 2022.

Batik untuk Lebaran

Motif batik yang dituangkan Bai Populo di koleksi ini seperti motif sidomukti, tirto tejo, sisik ikan (gringsing), cakar ayam, air terkurung, bintang, dan gunung. Kesemuanya itu punya maknanya tersendiri yang amat indah.

Sidomukti

Pola diagonal bergelombang yang mewakili keinginan untuk saling berhubungan dan karenanya menimbulkan komitmen dan pencapaian. Secara tradisional motif ini dikenakan oleh pasangan pengantin.

Motif ini melambangkan konektivitas terhadap orang lain yang selama pandemi sulit tetapi sangat penting bagi kehidupan. Selain itu, juga melambangkan hubungan dengan alam di mana menyadarkan bahwa kita hanya bagian dari jaringan yang lebih besar.

Tirto Tejo

Tirto Tejo melambangkan sungai atau air. Tirto yang berarti air dan Tedjo untuk cahaya, melambangkan aliran cahaya konstan yang melambangkan optimisme. Lewat motif ini, Bai ingin membahas dua tantangan utama kehidupan saat ini, yakni krisis iklim dan pandemi.

Sisik Ikan (Gringsing)

Pola sisik ikan melambangkan perlindungan. Pola ini biasanya digunakan oleh para orang tua untuk membalut bayi yang baru lahir. Secara bahasa “Gringsing” artinya tidak sakit (Gering = sakit dan Sing = tidak) yang diartikan sebagai pelindung bayi dari penyakit. Motif ini juga menyatukan kebutuhan umat manusia akan perlindungan terhadap krisis iklim dan pandemi.

Cakar Ayam

Ayam dipandang sebagai hewan yang rajin menggali tanah ketika berburu makanan menggunakan cakar (kaki) melambangkan harapan dan hidup mandiri. Motif ini memiliki kaitan yang kuat dengan hubungan kita dengan alam. Motif ini melambangkan jejak kaki binatang di tanah, di mana semua sumber kehidupan berakar.

Air Terkurung

Motif air padat yang terkurung dibuat dengan garis yang digambar tangan membentuk pola kotak-kotak. Namun secara alami, air tidak bisa dikurung karena akan selalu mengalir di luar kandang. Motif ini bermakna bahwa kita semua tidak boleh mengatur alam, tetapi hanya bisa mengambil bagian kita dalam ekosistem.

Bintang

Bintang adalah simbol perlindungan dan energi positif serta memiliki banyak makna spiritual dari iman, harapan dan kejelasan. Motif ini juga menggambarkan sebuah awal yang baru yang mengacu pada perubahan iklim serta pandemi. Pada saat yang sama, ini adalah motif yang sempurna untuk bulan Ramadan (bintang Ramadan).

Gunung

Gunung melambangkan kemampuan untuk menaklukkan atau mengatasi hal tertentu serta merepresentasikan kerja keras dan tekad yang kuat. Motif ini mewakili petualangan baru dan mendorong kita untuk memperluas kehidupan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini