Share

6 Tips Agar Punya Skill Chef, Siapa Tahu Bisa Jadi Profesional

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 02 April 2022 22:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 02 298 2572216 6-tips-agar-punya-skill-chef-siapa-tahu-bisa-jadi-profesional-21EQ7V7juK.jpg Chef. (Foto: Webspy)

INGIN menjajal dunia tata boga? Siapa takut! Berprofesi menjadi chef banyak untungnya loh.

Salah satunya Anda bisa memiliki usaha kuliner sendiri. Terlebih di masa pandemi dunia usaha kuliner kian menjamur.

Dari mulai hanya berjualan kue, masakan Indonesia, hingga masakan Jepang yang paling disukai masyarakat. Tapi gimana ya cara mengasah skill memasak agar bisa seperti chef profesional?

Kini menjadi chef bahkan tak harus berlama-lama sekolah tata boga. Belajar chef dengan mengikuti kursus atau otodidak juga bisa. Dikutip dari Zenius, berikut 6 ulasan selengkapnya.

Belajar otodidak

chef

Untuk bisa berkarier sebagai chef ataupun membuka bisnis kuliner sendiri, Anda tidak wajib memiliki sertifikasi atau pendidikan formal. Banyak chef ternama di Indonesia yang belajar secara otodidak tanpa pernah masuk sekolah masak, misalnya Chef Arnold Poernomo dan Chef Juna.

Recook resep di internet

Dunia internet dan media sosial adalah perpustakaan digital yang menyediakan banyak sekali referensi resep untuk mengasah hobi memasak. Anda  bisa menantang diri untuk mahir masak dalam waktu singkat. Misalnya seminggu sekali mengkreasikan resep dari konten di Youtube, Tiktok, Instagram.

Hal ini perlu dilakukan agar kreativitas dan pallet lidah Anda semakin tajam. Saat mengulik resep, jangan takut untuk mengeksplor bumbu, penyajian, teknik memasak, dan sebagainya. 

Coba-coba resep baru

Salah satu karakter dari seorang chef hebat adalah mereka bisa mengolah bahan-bahan makanan apapun menjadi hidangan yang enak. Anda  harus mau berkreasi membuat resep-resep baru yang inovatif. Setelah itu, jangan lupa untuk meminta pendapat dari anggota keluarga yang lain, supaya kamu bisa mengevaluasi hasilnya.

Belajar teori dan teknik memasak

Salah satu hal yang membedakan chef dari pendidikan formal adalah pengetahuan teoritis yang mereka miliki. Sebagai profesi yang universal, chef harus memahami kamus terminologi memasak yang sering diucapkan di dapur. 

Tutor Zenpro Chef Archie Prameswara mengatakan, hampir semua chef di dunia biasanya memiliki mentor. Karena skill memasak bukanlah skill eksakta seperti sains, melainkan keahlian yang diwariskan dari satu orang ke orang lain. 

"Karena itulah, saya ingin membagikan pengalaman yang saya miliki kepada masyarakat luas, agar Indonesia bisa memiliki semakin banyak chef berkualitas yang mengapresiasi kekayaan kuliner di negara ini,‚ÄĚ ujarnya dalam keterangan resmi.¬†

Misalnya, untuk mengenal teknik memotong, ada banyak sekali istilah dengan makna yang berbeda-beda, mulai dari Julienne Cut (iris tipis-tipis), Small Dice (dipotong dadu dengan ukuran 6mm), hingga Batonnet (dipotong memanjang berupa stik dengan ketebalan 6mm).

Begitu juga dengan memahami sifat dari setiap bahan dan bumbu, serta apa yang akan terjadi ketika mereka diolah secara bersamaan. Terakhir, juga perlu belajar tentang siapa yang akan memakan masakan buatan Anda. 

Bekerja di restoran

Melamar kerja di restoran, kafe, ataupun rumah makan bisa menjadi salah satu cara efektif untuk mempertajam skill memasak tanpa pendidikan formal. Chef Arnold dan Chef Juna saja melakukan hal tersebut. Keduanya merintis karier dari bawah, Chef Arnold bekerja menjadi tukang cuci piring dan Chef Juna bekerja sebagai pelayan restoran, lho!

Ikut kursus dan pelatihan

Saat ini, ada banyak sekali kursus dan pelatihan memasak yang bisa kamu manfaatkan. Biasanya, kursus atau pelatihan ini bahkan telah dirancang dengan lebih spesifik, misalnya untuk belajar membuat pastry, dessert, makanan tradisional, dan sebagainya. Sehingga, kamu bisa memilih topik spesifik yang sesuai dengan minat/bakatmu.

Beruntungnya, kursus masak ini juga masuk dalam Program Kartu Prakerja, kursus. Jadi bisa diakses secara gratis oleh peserta yang tertarik mendalami dunia tata boga.

Selama ikut kursus, ada materi yang diajarkan, seperti cara menggunakan alat-alat dapur, metode memasak, teknik alat memotong, praktik resep makanan Indonesia, manajemen strategi bisnis kuliner, hingga keterampilan komunikasi dan Bahasa Inggris. Oleh karena itu, kursus ini cocok diikuti oleh siapapun yang tertarik menekuni dunia memasak, baik yang sudah berpengalaman atau yang belum berpengalaman sama sekali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini