Share

Rutin Makan Alpukat saat Sahur dan Buka Baik untuk Kesehatan Jantung

Muhammad Sukardi, Okezone · Minggu 03 April 2022 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 03 298 2572299 rutin-makan-alpukat-saat-sahur-dan-buka-baik-untuk-kesehatan-jantung-I1Vozow8op.jpg Rutin makan akpukat (Foto: Well good)

ALPUKAT sudah terbukti baik untuk kesehatan. Mengonsumsinya secara rutin di bulan puasa, saat sahur dan buka puasa, ternyata baik untuk kesehatan jantung. Tak hanya itu, risiko penyakit kardiovaskular pun menjadi lebih kecil.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association itu menjelaskan secara umum bahwa makan dua alpukat atau lebih per minggu bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan jantung koroner.

 alpukat

Studi dilakukan dengan menganalisis data yang terkumpul dari Nurses' Health Study (68.000 wanita) dan dari Health Professionals Follow-up Study (41.000 pria). Semua data menjelaskan bahwa subjek penelitian tidak memiliki penyakit kanker, jantung koroner, dan stroke.

Diet dinilai menggunakan kuesioner pada awal studi. Setelahnya, kuesioner diberikan secara berkala setiap empat tahun sekali.

Sebanyak 14.274 kasus insiden penyakit kardiovaskular - termasuk 9.185 kejadian penyakit jantung koroner dan 5.290 stroke - didokumentasikan selama 30 tahun masa observasi.

Setelah menyesuaikan gaya hidup dan faktor diet lainnya, responden studi yang makan alpukat dua kali atau lebih dalam seminggu memiliki risiko 16% lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular dan 21% lebih rendah terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan mereka yang tidak makan alpukat.

"Tidak ada hubungan signifikan yang ditemukan untuk stroke," terang hasil studi dilaporkan New York Post, Sabtu (2/4/2022).

Diterangkan juga dalam hasil studi bahwa mengganti setengah porsi margarin, mentega, telur, yogurt, keju atau daging olahan per hari dengan jumlah alpukat yang setara dikaitkan dengan rendahnya risiko penyakit kardiovaskular 16% hingga 22%.

Dalam memperkirakan risiko penyakit kardiovaskular total ketika mengganti setengah porsi alpukat, para peneliti menulis bahwa alpukat tidak terkait dengan penyakit kardiovaskular dan penyakit jantung koroner sama sekali.

"Meskipun kami mengamati risiko stroke jauh lebih tinggi ketika mengganti semua minyak nabati dengan alpukat, hasil ini mungkin disebabkan oleh faktor kebetulan karena beberapa makanan pengganti yang berbeda dan hasil yang telah kami periksa," catat peneliti.

Temuan itu, kata peneliti, penting untuk rekomendasi kesehatan masyarakat, terutama mengingat konsumsi alpukat telah meningkat tajam di Amerika Serikat selama 20 tahun terakhir.

"Studi kami memberikan bukti lebih lanjut bahwa asupan lemak tak jenuh yang bersumber dari tumbuhan dapat meningkatkan kualitas diet dan merupakan komponen penting dalam pencegahan penyakit kardiovaskular pada populasi umum," kata peneliti.

"Studi lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak dan efektivitas asupan alpukat dalam mengurangi insiden penyakit kardiovaskular dan faktor risiko penyakit kardiovaskular," tambah peneliti.

 BACA JUGA:5 Tips Memilih Alpukat Biar Gak Ketipu

Alpukat memiliki lemak sehat, tetapi mereka bukan makanan rendah kalori. Per satu buah alpukat secara umum memiliki antara 200 dan 300 kalori, tergantung pada ukurannya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(DRM)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini