Share

8 Provinsi Ini Terpilih Jadi Percontohan Penanganan Stunting

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 06 April 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 06 481 2574019 8-provinsi-ini-terpilih-jadi-percontohan-penanganan-stunting-UArUwDE4Z6.jpg Stunting. (Foto: The Telegraph)

MENEKAN angka stunting merupakan upaya besar yang harus dikerjakan oleh semua pihak. Tentunya sulit bagi daerah jika hanya mengandalkan satu pihak saja.

Oleh karena itu, ide dan gagasan serta pelibatan semua stakeholder mulai dari perguruan tinggi, hingga perusahaan dan pihak swasta untuk mau turun dan terlibat mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting, diantaranya edukasi dan intervensi akan akses nutrisi, ketersediaan air bersih, dan angka pernikahan dini yang masih tinggi.

Keberhasilan kerja sama lintas sektoral ini terlihat dari penurunan persentase angka kasus stunting di beberapa daerah, seperti Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Kudus.

 BACA JUGA:Stunting Tak Hanya Bikin Fisik Pendek, Tapi Munculkan Risiko Penyakit Degeneratif

 stunting

Paparan hasil intervensi pada beberapa daerah ini disajikan dalam acara seminar online bersama Habibie Institue for Public Policy and Government (HIPPG), pada Rabu, 2 Maret 2022 lalu.

Direktur Executive Habibie Institute for Public Policy and Government (HIPPG) Dr drg Widya Leksmanawati, SpOrt, MM, mengatakan, sejauh ini ada 8 provinsi percontohan dalam menuntaskan stunting. Yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.

"Dari 8 provinsi tersebut, terdapat 2.687 desa yang masuk kategori stunting. Selanjutnya, setelah melalui beberapa tahap pendataan, sebanyak 14 desa nantinya akan menjadi lokasi pilot project," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Dia mengajak lintas sektor untuk turut andil dan peduli dalam upaya menekan angka stunting. Lewat Aksi Bersama Cegah Stunting (ACS) selama 6 bulan dengan pemberian makanan sehat, seperti pemenuhan protein.

"Pada 6 bulan pertama akan memberikan beberapa sumber protein hewani seperti yang telah dilakukan di Pandeglang, yaitu mengutamakan susu berkalori tinggi dan telur," tambah Widya.

Direktur Sinkronisasi dan Urusan Pemerintahan Daerah III Direktorat Jendral Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri menambahkan, isu stunting ini bisa diatasi dengan berbagai cara. Menurut dia, pemerintah pusat dan daerah harus berkolaborasi dan secara terbuka bisa menyampaikan ide-ide untuk menurunkan angka stunting.

"Mulai dari mengubah perilaku masyarakat dalam hal edukasi kesadaran pemenuhan gizi seimbang, dan rendahnya dukungan sosial,” imbuh Budiono.

Terlibat dalam penuntasan angka stunting, Wakil Bupati Kabupaten Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, SE memaparkan bahwa Kabupaten Tulungagung telah mendorong peran perangkat lintas sektor dalam penanganan stunting dalam upaya mengintegrasi fungsi satu sama lain. Dari hasil kerja sama lintas sektor, angka stunting Kabupaten Tulungagung mengalami penurunan, pada September 2021 sebesar 4,52%, pada Januari 2022 turun menjadi 4%.

"Contohnya jumlah balita stunting di Desa Macanbang Kecamatan Gondang, dari 14 balita yang telah ditangani, 4 balita telah sembuh dan 10 balita lainnya masih dalam tahap penanganan lanjutan,” jelas Gatut Sunu Wibowo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini