Share

Masyarakat Prasejahtera Banyak Alami Diabetes dan Hipertensi, Masih Sulit Berobat!

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Kamis 07 April 2022 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 481 2574994 masyarakat-pra-sejahtera-banyak-alami-diabetes-dan-hipertensi-masih-sulit-berobat-znMTmuZLeJ.jpg Diabetes. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT tidak menular ini bisa dialami kalangan manapun, termasuk masyarakat prasejahtera. Terbanyak yakni diabetes juga hipertensi.

Hal ini diakui Ketua Pengurus Lingkar Sehat Indonesia — Dinamika Daya Sarana Medika (LSI DDSM) dr Wahyu Prabowo. Ya, penyakit tidak menular ini sangat bisa mengancam masyarakat prasejahtera.

Sayangnya, saat menderita penyakit tidak menular, tak sedikit dari mereka sulit mendapatkan akses kesehatan. Mereka terkendala adminitrasi, terutama biaya pengobatan saat check-up teratur.

"Masyarakat yang enggak punya KTP, KK atau malah BPJS, banyak yang kesulitan berobat. Padahal penyakit tidak menular ini bahaya," terangnya di RS Kartika Pulomas.

Dia menegaskan, masyarakat prasejahtera juga punya hak sama untuk mengakses kesehatan. Sekalipun mereka tak ada biaya berobat, terutama bagi yang harus rutin check-up.

"Maka perlu ada pelayanan kesehatan yang bisa diberikan kepada semua pasien yang menderita penyakit apapun, baik ringan, sedang, maupun berat," ucapnya.

Sementara itu, Head of Humanity Medical Services (HMS) Aksi Cepat Tanggap (HMS ACT) dr Arini Retno Palupi mengatakan, dari realita tersebut pihaknya juga berikhtiar meluaskan pelayanan kesehatan untuk masyarakat prasejahtera. Upaya itu diwujudkan dengan menjalin kolaborasi dengan LSI DDSM.

"Sudah saatnya fasilitas pelayanan kesehatan hadir untuk memberi akses kemudahan ke masyarakat. Apalagi untuk masyarakat pra sejahtera yang cakupannya sangat luas."

"Dengan begitu, pelayanan kesehatan yang diberikan lebih komprehensif dan holistik,” kata Dokter Arini.

Bagi masyarakat prasejahtera yang ingin memanfaatkan pelayanan kesehatan, dapat mengajukan langsung dan nanti data pengajuan diverifikasi oleh timnya.

Untuk diketahui, pihaknya juga sudah menjalankan sejumlah layanan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera melalui Medical Careline, Medical Emergency Response, Mobile Social Rescue, Operasi Gizi Anak Indonesia, dan Global Mental Care.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini