Share

Raisa Alami Post-Series Depression Syndrome, Apa Itu?

Tim Litbang MPI, Jurnalis · Sabtu 09 April 2022 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 09 481 2575956 raisa-alami-post-series-depression-syndrome-apa-itu-iAKU44aCyI.jpeg Ilustrasi Raisa alami post-series depression syndrome usai nonton drama Korea Snowdrop. (Foto: Dok Instagram @raisa6690)

BEBERAPA waktu lalu penyanyi cantik Tanah Air Raisa mengunggah cuitan di akun Twitter-nya @raisa6690 bahwa dia baru saja menamatkan drama Korea Snowdrop. Istri aktor ganteng Hamish Daud Wyllie itu menulis, "Hampa bgt setelah semalem tamatin, Snowdrop. Ga tau harus ngapain sekarang."

Di unggahan selanjutnya, Raisa juga membagikan foto bekas selimutnya yang basah karena kena air matanya dan sebuah screenshot tentang Post-Series Depression Syndrome.

Baca juga: 5 Manfaat Biji Asam Jawa, Redakan Sakit Tenggorokan dan Batuk Membandel! 

Dikutip dari Urban Dictionary, Post-Series Depression Syndrome atau PSD diartikan sebagai kesedihan yang dirasakan setelah membaca atau menonton serial atau cerita panjang. Kehampaan saat mengetahui cerita telah tamat tapi tidak ingin berakhir.

Kevin Foss, spesialis gangguan kecemasan sekaligus pendiri California OCD and Anxiety Treatment Center, mengatakan bahwa menamatkan cerita atau serial seperti mengalami putus cinta. Secara tidak sadar, penonton tenggelam di dalam alur, seperti ikut menjadi karakter yang tumbuh seiring berkembangnya cerita.

Maka ketika cerita telah mencapai ending, penonton seolah harus mengucapkan selamat tinggal. Perasaan tersebut mirip saat kehilangan teman dekat.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Baca juga: Ngeri! Seorang Pria Nekat Divaksin 90 Kali untuk Jualan Kartu Vaksin Palsu 

Dikutip dari Melmagazine, psikolog klinis Margaret Rutherford mengatakan bahwa sisi fiksional dan fantastis dari sebuah novel atau film membuat kehidupan nyata jadi terasa bosan dan suram. Apabila dibiarkan, seseorang akan terjebak dalam fantasi mengenai akhir cerita terlalu lama dan enggan melakukan rutinitas normal seperti sedia kala.

Contohnya ending drama Snowdrop yang bisa membuat penontonnya luar biasa galau. Banyak penonton drama Korea yang dibintangi Jisoo BLACKPINK dan Jung Hae-In yang mengaku tidak ingin bekerja dan sekolah karena terlalu dirundung kesedihan. Meski kelihatan sepele, fenomena PSD bisa mengganggu kegiatan sehari-hari.

Dikutip dari The Daily Cal, berikut ini beberapa cara untuk mengatasi perasaan sedih dan hampa yang dirasakan setelah nonton film.

- Mendiskusikan dengan orang lain. Caranya bergabung dengan komunitas sesama pencinta buku atau film. Dengan bertemu orang yang memiliki ketertarikan sama, seseorang bisa membagikan perasaan tentang bagaimana film tersebut berakhir, adegan yang disukai, dan karakter favorit.

- Menonton ulang adegan favorit dari film atau novel. Dengan menonton potongan adegan yang disukai, seseorang bisa mengobati rasa rindu setelah menyelesaikan serial atau novel tersebut. Seseorang juga bisa mengulang menonton atau membaca dari awal dan merasakan euforia seolah baru pertama kali mencobanya.

- Mencari tontonan atau bacaan baru. Memang awalnya sulit, akan tetapi cobalah untuk mencari rekomendasi buku atau film yang memiliki tema serupa atau jauh lebih menarik dari sebelumnya.

- Melalui waktu untuk hobi. Jika masih banyak waktu luang, sebaiknya gunakan waktu tersebut untuk melakukan kegiatan produktif untuk mengatasi perasaan hampa tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini