Share

Detoks dengan Puasa Terbukti Lebih Ampuh Turunkan Berat Badan

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 11 April 2022 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 481 2576856 detoks-dengan-puasa-terbukti-lebih-ampuh-turunkan-berat-badan-1PLAgpGqcq.jpg Ilustrasi Puasa. (Foto: Shutterstock)

MEMBERSIHKAN racun dalam tubuh atau yang juga dikenal dengan istilah detoks, memang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Beberapa orang pun menggunakan detoks sebagai cara untuk menurunkan berat badan.

Beberapa jenis detoks yang sering diaplikasikan meliputi menggunakan bumbu dan rempah-rempah, air minum atau cairan lainnya, membatasi kalori, menggunakan sauna, menggunakan suplemen makanan tertentu, hanya makan makanan tertentu dan mengurangi paparan terhadap hal-hal tertentu di lingkungan.

Sementara banyak ahli menyarankan agar tidak melakukan detoks yang hanya meminum jus atau pencahar, yang lain justru menyarankan untuk menggunakan metode makan yang merangsang autophagy.

"Autophagy dirangsang oleh puasa," kata Gin Stephens, penulis "Delay, Don’t Deny: Living an Intermittent Fasting Lifestyle" seperti dilansir dari Antara.

Detoks

Banyak detoks yang dirancang melalui puasa intermiten, yang berfokus pada pembatasan kalori dan suplemen nutrisi. Tidak seperti bentuk detoks lainnya, bukti menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat menghasilkan beberapa manfaat, termasuk penurunan berat badan.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa pendekatan diet ini dapat membantu melatih tubuh untuk menggunakan keton dari lemak untuk energi, bukan glukosa. Perubahan ini dapat memicu kehilangan lemak.

Bukti lain, seperti ulasan tahun 2017 tentang pendekatan diet yang berbeda, menunjukkan bahwa penurunan berat badan awal dimungkinkan, tetapi manfaat jangka panjangnya tidak. Hal ini sangat memungkinkan Anda untuk mendapatkan kembali berat badan yang semula. Sebab, saat berada di luar jam batasan kalori detoks, Anda sangat mungkin memakan makanan sepuasnya.

Metode ini mungkin tidak selalu berhasil bagi semua orang. Anda harus berkonsultasi dengan dokter tentang tujuan pengelolaan berat badan dan menentukan apakah puasa intermiten dapat membantu my mencapainya. Diet detoks tak jamin sehat

Erin Stair, MPH, seorang konsultan kesehatan dan penulis "Food and Mood" mengatakan bahwa kebanyakan orang tidak dapat mendefinisikan apa itu toksin, apalagi tahu yang mana yang harus mereka coba hilangkan dari tubuh.

Namun, banyak yang memulai pembersihan menggunakan produk yang mengandung pencahar atau mengurangi kalori karena detoksifikasi terdengar lebih seksi daripada membuang kotoran. Beberapa pasien dari Stair yang telah mengalami penurunan berat badan pada awal detoks, terinspirasi untuk melanjutkan makan makanan yang lebih sehat setelah diet pembersihan selesai.

Akan tetapi, metode ini memang tidak selalu berhasil dalam menurunkan berat badan. Pada ulasan tahun 2017, para peneliti mencatat bahwa detoks dan jus dapat menyebabkan penurunan berat badan di awal, tetapi kemudian seseorang kemungkinan akan mendapatkan kembali berat badannya setelah mereka menghentikan detoksifikasi.

Para ahli juga mengatakan bahwa Anda lebih baik menghindari racun yang sudah pasti diketahui seperti tembakau dan alkohol, sambil mempertahankan diet seimbang, olahraga teratur, tidur cukup dan minum air putih.

Cara itu akan mendukung sistem detoksifikasi tubuh Anda sendiri, alih-alih mengandalkan diet ketat yang dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan jangka pendek daripada kebaikan yang bertahan lama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini