Share

Cicit Presiden Soekarno Raih Trofi Indonesia's Beautiful Women 2022

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 12 April 2022 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 612 2577935 cicit-presiden-soekarno-raih-trofi-indonesia-s-beautiful-women-2022-O46lbNGwLX.JPG Syandria Kameron. (Foto: MPI)

NAMA Syandria Kameron, aktivis budaya dan penari Bali muda masuk dalam jajaran pemenang Indonesia’s Beautiful Women 2022 yang digelar mengusung tema “The Atlas of Beauty” hari ini, Selasa (12/4/2022)

Sebagai informasi, Indonesia’s Beautiful Women adalah penghargaan bergengsi yang diperuntukkan untuk perempuan-perempuan Indonesia cantik, berprestasi, berkontribusi pada masyarakat dan juga menginspirasi.

Tahun ini majalah HighEnd telah memilih 14 perempuan Indonesia penerima penghargaan Indonesia’s Beautiful Women (IBW) 2022, termasuk Syandria Kameron yang mewakili latar belakang budaya. Di usia masih muda dan disandingkan dengan banyak wanita hebat lainnya, Syandria merasa terkejut bisa didapuk sebagai pemenang.

“Kaget awalnya, senang juga menerima penghargaan ini. Terima kasih ke HighEnd Magazine yang sudah menobatkan aku di award ini, ucap Syandria, saat ditemui dalam perhelatan IBW 2022, di MNC Conference Hall, Jakarta Pusat.

Bisa berprestasi sebagai penari, dengan menjadi pemenang IBW 2022 mewakili latar belakang budaya dan sebagai seniman tari Bali, Syandria yang merupakan cicit dari Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno tersebut mengaku awalnya justru tak tertarik dengan kebudayaan tari khas Indonesia.

Syandria Kameron

Sang eyang, Guruh Soekarno Putra lah yang mendorong dirinya untuk mau mencoba menekuni dunia seni tari tradisional Indonesia.

“Diperkenalkan eyang Guruh, katanya coba dulu. Akhirnya ditantang untuk menari kreasi tari Manuk Dadali. Dari situ aku baru merasa kalau seni tari Indonesia ini ternyata seru,” lanjut dara yang menekuni tarian Legong Bali tersebut.

Terkait kemenangannya di IBW tahun ini, Syandria tidak mau menjadikan trofi kemenangan IBW 2022 yang ia raih ini menjadi beban. Sebaliknya, jadi bentuk apresiasi bukan hanya kepada dirinya tapi juga teman-teman penari lainnya sebagai aktivis penggiat budaya.

“Merasa diapresiasi, dengan aku dan teman-temanku dapat award ini kita sebagai seniman sebagai seorang penari dan penggiat budaya itu kita dilihat juga. Enggak hanya kayak sosialitas dan sebagainya, tetapi kami sebagai penari kami ssngat bangga dapat award ini. Diakui kerja kerasnya,” tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini