Share

Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Lebih Cinta terhadap Fesyen Buatan Lokal

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 13 April 2022 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 13 194 2578554 wamenparekraf-angela-tanoesoedibjo-lebih-cinta-terhadap-fesyen-buatan-lokal-ZSe43TIZdD.jpg Wamenparekraf cinta fesyen lokal (Foto: Novie)

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mendukung dan mendorong para pelaku industri fesyen di Tanah Air, untuk memperkuat digitalisasi serta aspek keberlanjutan guna menghasilkan produk-produk berkualitas, serta berdaya saing.

Wamenparekraf Angela mengatakan, ia lebih cinta dan menyukai fesyen produk atau brand lokal. Mulai dari desain hingga bahan yang digunakan, apalagi jika bahan fesyen tersebut menggunakan ramah lingkungan.

 FWD

"Saya secara personal suka dengan brand-brand lokal yang banyak bermunculan, dan menerapkan sustainable practices mulai dari bahan yang ramah lingkungan," ujarnya saat pembukaan IFW 2022, di Jakarta Convention Centre (JCC), Rabu (13/04/22).

Terlebih saat ini pemerintah tengah menggencarkan program Bangga Buatan Indonesia, di mana mendukung para pelaku ekonomi kreatif (ekraf), khususnya di bidang fesyen. Apalagi penggunaan digitalisasi saat ini digunakan oleh para pelaku ekraf semakin gencar, dan hal tersebut merupakan bagian dari inovasi.

Wamenparekraf Angela mengatakan, penguatan aspek digital serta isu-isu keberlanjutan menjadi dua hal yang harus dapat diantisipasi para pelaku industri fesyen tanah air. Melalui Indonesia Fashion Week 2022 (IFW), ia sangat mendukung dan mengapresiasi.

"IFW tahun ini akan berinovasi dengan mengadakan bazaar online dan live streaming. Menurut saya ini langkah yang sangat tepat sekali. Ini merupakan kesempatan dan peluang yang kita perlu ambil," terang Wamenparekraf Angela.

Lebih lanjut, kata Wamenparekraf Angela, pandemi Covid-19 telah mengubah consumer behaviour dimana masyarakat menjadi lebih technology minded.

Beberapa survei juga menunjukkan, meski terdapat kecenderungan penurunan konsumsi terhadap produk fesyen dan aksesori selama pandemi, namun penjualan nomor 1 di e-commerce masih didominasi oleh fesyen dan aksesori.

"Saya juga baru membaca data bahwa di tahun 2021 Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 52 persen untuk lama waktu masyarakat dalam menggunakan shopping apps," katanya.

"Saya mengapresiasi pihak penyelenggara dari asosiasi perancang dan pengusaha mode Indonesia dan seluruh tim IFW serta para desainer yang terus menghadirkan kreasi dan inovasi untuk terus menggairahkan industri fesyen tanah air," tambahnya.

Lebih lanjut Wamenparekraf menjelaskan, McKinsey dalam surveinya terkait fesyen menunjukkan bahwa ada satu peluang yang harus dimanfaatkan para pegiat fesyen. Yaitu terkait isu-isu sustainability.

 BACA JUGA:Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Perempuan Berperan Penting Membangun Bangsa

Pandemi membuat masyarakat saat ini semakin peduli terhadap agenda-agenda keberlanjutan. Baik dari keberlanjutan lingkungan, keberlanjutan budaya, dan juga keberlanjutan ekonomi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini