Share

5 Fakta Perdarahan Otak yang Dialami Ade Armando

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 13 April 2022 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 13 481 2578478 5-fakta-perdarahan-otak-yang-dialami-ade-armando-5QmGLImkH7.jpg 5 Fakta Perdarahan Otak yang Dialami Ade Armando (Foto: Twitter)

5 FAKTA perdarahan otak yang dialami Ade Armando akan dibahas dalam artikel ini. Dosen sekaligus Ketua Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) Ade Armando mengalami pendarahan di otak belakang usai dipukul oleh sejumlah massa dalam Demo 11 April Gedung DPR/MPR RI, Senin (11/4/2022).

Kini, dia pun harus terbaring di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Berikut fakta-fakta perdarahan otak yang dikutip dari Webmd, Rabu (13/4/2022). 

5 Fakta Perdarahan Otak yang Dialami Ade Armando

(5 Fakta Perdarahan Otak yang Dialami Ade Armando, Foto: Twitter)

Lantas, apa itu pendarahan otak?

Melansir Web MD, Rabu (13/4/2022), pendarahan otak sendiri termasuk salah satu jenis stroke yang disebut dengan istilah hemorrhage. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh arteri pada otak pecah, menyebabkan iritasi dan bengkak pada jaringan otak atau biasa disebut sebagai cerebral edema.

Kemudian, darah yang terkumpul itu akan menjadi massa yang disebut hematoma. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada jaringan otak di dekatnya, dan bisa mengurangi aliran darah vital serta membunuh sel-sel otak.

Penyebab pendarahan otak sebenarnya beragam, salah satunya cedera kepala seperti yang dialami Ade Armando, kemudian tekanan darah tinggi, aneurisma, abnormalitas pembuluh darah, penyakit liver dan kanker otak.

BACA JUGA : Polisi Tangkap Provokator Pengeroyokan Ade Armando di Medsos

BACA JUGA : Satu Pengeroyok Ade Armando, Dia Ul Haq Ditangkap di Pesantren Tangsel

Gejala pendarahan otak

Gejala pendarahan otak yang muncul biasanya beragam, tergantung pada lokasi, tingkat keparahan dan seberapa banyak jaringan otak yang terdampak. Namun, umumnya gejala pendarahan otak yang sering terjadi adalah:

- Sakit kepala parah tiba-tiba

- Kejang tanpa riwayat kejang sebelumnya

- Kelemahan pada lengan atau kaki

- Mual atau muntah

- Kesemutan atau mati rasa

- Kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan

- Kesulitan menelan, menulis atau membaca

- Kehilangan keterampilan motorik halus, seperti tremor tangan

- Kehilangan koordinasi dan keseimbangan tubuh

- Indera perasa yang tidak normal

- Penurunan kesadaran

- Jenis pendarahan otak

Pendarahan otak memiliki beberapa jenis, pertama intracerebral hemorrhage atau pendarahan yang terjadi di dalam otak, kedua subarachnoid hemorrhage atau pendarahan yang terjadi antara otak dan selaput yang menyelubunginya, ketiga subdural hemorrhage atau pendarahan yang terjadi di bawah lapisan dalam dura dan di atas otak, serta epidural hemorrhage, pendarahan di antara tulang tengkorak dan otak.

Bisakah orang sembuh dari pendarahan otak?

Dokter mengatakan, beberapa pasien bisa sembuh total. Namun, ada pula kemungkinan komplikasi termasuk stroke, kehilangan fungsi otak, kejang, serta mengalami efek samping dari obat atau perawatan yang dijalani. Jika tingkat keparahan sangat tinggi, bukan tidak mungkin pasien meninggal dunia.

Pencegahan pendarahan otak

Pendarahan otak ini kerap dikaitkan dengan faktor risiko tertentu, Anda dapat meminimalkan risiko dengan cara berikut:

1. Mengobati tekanan darah tinggi. Studi menunjukkan, 80% pasien pendarahan otak memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan adalah diet, olahraga, dan mengurangi konsumsi obat-obatan.

2. Jangan merokok.

3. Jangan menggunakan obat-obatan, seperti Kokain karena dapat meningkatkan risiko pendarahan di otak.

4. Berkendara dengan hati-hati, dan kenakan sabuk pengaman.

5. Selalu gunakan helm saat mengendarai sepeda motor, sepeda atau skateboard.

6. Hati-hati dalam mengonsumsi warfarin (Coumadin). Jika Anda menggunakan obat pengencer darah ini, tindak lanjuti secara teratur dengan dokter Anda untuk memastikan kadar darah Anda berada dalam kisaran yang benar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini