Share

Dokter Anak: Antibodi Hanya Bisa Dibentuk dari Vaksin

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 14 April 2022 12:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 14 481 2578958 dokter-anak-antibodi-hanya-bisa-dibentuk-dari-vaksin-Qgj6d2Ggp3.jpg Ilustrasi Vaksin untuk Anak. (Foto: Shutterstock)

MENJAGA kesehatan anak mungkin menjadi prioritas utama para orangtua. Pasalnya, anak-anak memang lebih mudah terpapar penyakit dibandingkan orang dewasa, lantaran antibodi mereka belum terbentuk dengan sempurna.

Oleh karena itu, imunisasi sangat diperlukan untuk membantu mereka melawan penyakit. Pasalnya, hanya penyakit atau vaksin yang mampu merangsang pembentukan antibodi dengan sel-sel dalam tubuh.

Dokter spesialis anak, Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si mengungkapkan, banyak pendapat keliru bila pola hidup sehat dengan makanan bergizi maka mampu membentuk antibodi.

"Antibodi dari vaksin sebagai obat bisa terbentuk. Jadi hanya bisa dibentuk oleh vaksin yang meransang pembentukan sel-sel antibodi," kata Prof Soedjatmiko dikutip dari Instagram Kemenkes, Kamis (14/4/2022)

Imunisasi

Dia menjelaskan, selain vaksin makan sehat dengan gizi seimbang mampu membantu pembentukan antibodi dalam tubuh anak. Juga dibarengi dengan istirahat yang cukup sehingga anak bisa tetap sehat.

Kemudian, dokter Soedjatmiko juga mengatakan bila menjaga kebersihan lingkungan dan tubuh juga adalah hal penting. Sebab banyak penyakit yang datang karena tidak menjaga kebersihan, seperti ventilasi, udara atau adanya virus yang ditularkan dari orang lain.

"Kalau virusnya masuk ke saluran pernafasan ya artinya lingkungan, ventilasi, dalam angkot atau kendaraan dan sebenarnya bisa dicegah dengan menggunakan masker sebagai perlindungan pertama," jelasnya

"Untuk melindungi anak dari berbagai penyakit bukan hanya menggunakan satu vaksin saja. Perlu disesuaikan dengan jenis vaksin, makanya harus dicek lagi buku imunisasinya apakah sudah melakukan imunisasi lengkap?," tambah Prof Soedjatmiko

Adapun jenis imunisasi rutin lengkap terdiri dari ;

1. Imunisasi Dasar Lengkap pada Bayi Usia 0-11 bulan :

• HB0 1 dosis

• BCG 1 dosis

• DPT-HB-Hib 3 dosis

• Polio tetes (OPV) 4 dosis

• Polio suntik (IPV) 1 dosis

• Campak Rubela 1 dosis

2. Imunisasi Lanjutan Baduta pd anak usia 18-24 bulan :

• DPT-HB-Hib 1 dosis

• Campak Rubela 1 dosis

3. Imunisasi Lanjutan Anak Sekolah Dasar/sederajat pd Program Tahunan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah)

• Campak Rubela dan DT pd anak kls 1

• Td pada anak kls 2 dan 5

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini