Share

Cek Penyakit Paru Makin Gampang, Tinggal Batuk Depan Ponsel!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 18 April 2022 10:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 481 2580542 cek-penyakit-paru-makin-gampang-tinggal-batuk-depan-ponsel-19s5HfLgps.jpg Cek kodisii paru dengan batuk depan ponsel (Foto: Istimewa)

INGIN cek kondisi paru tapi tidak ada waktu untuk ke rumah sakit? Tenang, Anda kini bisa andalkan aplikasi untuk diagnosis kondisi paru.

Ya, di masa modern seperti ini ternyata sudah tersedia aplikasi yang memungkinkan seseorang mendiagnosis kondisi parunya. Aplikasi tersebut bisa diakses di ponsel pintar dan sistem yang akan mendiagnosis lewat suara batuk Anda.

"Aplikasi ini akan mendeteksi kondisi paru lewat suara batuk. Ada 6 kondisi paru-paru yang dapat didiagnosis aplikasi ini, antara lain infeksi paru, asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), ISPA, batuk rejan, dan bronkitis," papar Suci Arumsari, Presiden Direktur Alodokter, dalam keterangan resminya.

Batuk

Bicara soal tingkat akurasi diagnosis, Suci menjelaskan bahwa aplikasi tersebut tingkat akurasi diagnosisnya berkisar dari 87-97%, yang berarti sama akuratnya dengan pemeriksaan konvensional.

BACA JUGA : Begini 10 Cara Mengatasi Batuk Saat Puasa

Pengalaman diagnosis ini dikembangkan Alodokter bekerja sama dengan ResApp, perusahaan teknologi diagnosis kesehatan digital dari Australia. Teknologi ini dikembangkan dengan cara mencocokkan ciri-ciri dari suara batuk dengan diagnosis klinis.

BACA JUGA : Tak Kena Covid-19 Tapi Alami Batuk dan Sesak Napas, Hati-Hati Kena Kanker Paru

Perusahaan tersebut telah mendapatkan akreditasi di Indonesia dan Australia. Alodokter adalah perusahaan telemedisin pertama di Asia yang memberikan akses teknologi terbaru ini kepada masyarakat umum.

Suci melanjutkan, hal yang bikin teknologi ini berbeda adalah Anda tidak memerlukan 'device' tambahan, cukup gunakan smartphone yang Anda miliki.

"Anda tinggal batuk di dekat smartphone, kemudian dalam beberapa detik, dokter kami bisa langsung mengetahui diagnosis secara otomatis dari sistem. Jenis teknologi diagnosis berbasis smartphone ini adalah terobosan baru untuk telemedisin karena tidak membutuhkan device tambahan," papar Suci.

"Dengan adanya teknologi ini, dokter jadi lebih mudah untuk mendiagnosis lebih banyak penyakit dan memberikan perawatan secara lebih efisien dari jarak jauh, serta membantu pasien menangani permasalahan kesehatan dengan lebih cepat tanpa perlu keluar rumah," tambahnya.

Teknologi ini telah disertifikasi oleh Kementerian Kesehatan dan terakreditasi untuk digunakan di Eropa dan Australia. Fitur ini dapat diakses di Indonesia hanya lewat aplikasi Alodokter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini