Share

Kenali 2 Penyebab Bau Mulut Fisiologis dan Patologis, Apa Bedanya?

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 18 April 2022 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 481 2580795 kenali-2-penyebab-bau-mulut-fisiologis-dan-patologis-apa-bedanya-KLRfCAkEsV.jpg Ilustrasi Bau Mulut. (Foto: Shutterstock)

KETIKA menjalani ibadah puasa, produksi air liur yang berfungsi jadi pembersih rongga mulut berkurang karena tidak ada aktivitas makan dan minum selama belasan jam. Mulut yang kering ini pun meningkatkan peluang bagi bakteri dan virus dalam menyerang gigi dan gusi, berujung kepada penyakit dan bau mulut yang tidak sedap.

drg. Rosdiana Nurul Annisa, Sp.KG dari Universitas Indonesia menjelaskan, bau mulut tersebut bisa disebabkan oleh fisiologis dan patologis. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mulut selama berpuasa di bulan Ramadan pun sangat diperlukan.

Tapi, menjaga kesehatan mulut bukan cuma soal menyikat gigi setelah makan, tetapi juga dengan tidak merokok. "Hindari rokok, karena rokok itu panas sehingga menyebabkan mulut kering," kata Rosdiana seperti dilansir dari Antara.

Bau Mulut

Dia mencontohkan, bau mulut fisiologis disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu yang menimbulkan aroma, misalnya pete, jengkol atau makanan yang mengandung banyak bawang. Jika ingin bebas bau mulut, dia menyarankan untuk menghindari atau mengurangi asupan makanan tersebut.

"Patologis bisa karena ada gigi berlubang, jadi makanan terjebak di lubang dan sulit dibersihkan, ada bakteri di sana sehingga bikin bau tidak nyaman," ujar dia.

Karang gigi juga dapat jadi penyebab bau mulut patologis. Dengan menyelesaikan masalah-masalah yang ada di rongga mulut, seperti membersihkan karang gigi dan menambal gigi berlubang, maka bau mulut dapat diatasi.

Dikutip dari The Daily Star, membersihkan sela-sela gigi setelah buka puasa dan sahur diperlukan agar tidak ada makanan yang menyangkut di antara gigi. Kemudian sikatlah gigi selama dua menit setelah setelah sahur dan sebelum tidur, jangan lupa untuk membersihkan permukaan lidah.

Berkumur dengan cairan obat kumur juga dibolehkan, tapi sebaiknya jangan pilih cairan yang mengandung alkohol. "Karena alkohol membuat mulut kering," kata Rosdiana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini