Share

Begini Cara Masyarakat NTT Rawat Kain Tenun Pakai Daun Kayu Putih, Ramah Lingkungan!

Siska Permata Sari, Jurnalis · Selasa 19 April 2022 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 194 2581450 begini-cara-masyarakat-ntt-rawat-kain-tenun-pakai-daun-kayu-putih-ramah-lingkungan-9XBWPrl60q.jpeg Kain Tenun (Foto: Pinterest)

CARA merawat kain tenun tidak boleh sembarangan. Apalagi jika Anda mempunyai kain-kain tenun yang menggunakan pewarna alami.

Desainer Oerip Indonesia Dian Oerip membagikan cara yang tepat untuk merawat kain tenun supaya awet hingga puluhan hingga ratusan tahun. Dia mengatakan, merawat kain tenun tidaklah terlalu rumit, Anda bisa mencucinya menggunakan shampoo bayi.

Desainer Indonesia

“Tenun (yang menggunakan) pewarna alam dicuci pakai shampoo bayi sebenarnya enggak apa-apa,” kata Dian saat ditemui di Indonesia Fashion Week (IFW) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), baru-baru ini. 

BACA JUGA : Lestarikan Kain Tradisional, Perajin Harusnya Dijadikan Pahlawan Daerah

Tapi, sambung dia, ada cara mencuci dengan metode dry clean tradisional asli dari pedalaman di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia menjelaskan, metode ini cocok untuk merawat kain-kain tenun.

Kain Tenun

“Di NTT, ada metode dry clean untuk kain tenun. Caranya, pakai daun kayu putih kering yang ditaruh di wadah tertutup, contohnya seperti besek,” ujarnya.

BACA JUGA : Demi Pelestarian, Edukasi soal Tenun dan Songket Tradisional Harus Digalakkan

Kain tenun, papar dia, disimpan dalam wadah tertutup, kemudian ditaburkan dengan daun kayu putih kering. Setelah itu, biarkan selama sekira 1-2 minggu, lalu kain bisa diambil lagi dari wadah tersebut.

“Warna alam akan berproses dan (kainnya) akan mengeluarkan warna yang lebih baik. Meskipun tidak dicuci, juga tidak bau, karena sebenarnya daun kayu putih bisa jadi desinfektan juga,” ungkap Dian.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini