Share

Melihat Pabrik Perhiasan Berlian Frank & Co, Mondial hingga The Palace di Jakarta

Santi Sierra, Jurnalis · Selasa 19 April 2022 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 612 2581607 melihat-pabrik-perhiasan-berlian-frank-co-mondial-hingga-the-palace-di-jakarta-mTLnMoUNJ8.jpg Perhiasan Frank and Co. (Foto: Okezone)

BANYAK di antara kita mungkin masih menganggap perhiasan berlian sebagai suatu barang yang mahal. Ternyata jika Anda telah paham rumitnya pembuatan perhiasan berlian akan jadi memakluminya.

Proses Pembuatan yang Rumit

Okezone baru-baru ini diundang melihat sendiri proses pembuatan perhiasan berlian yang dilakukan salah satu perusahaan berlian premium dalam negeri di Kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Pabrik ini dari luar terlihat tak terlalu besar. Tapi ketika Okezone diajak berkeliling di dalamnya, ternyata memiliki banyak ruang-ruang produksi yang njelimet dan mempekerjakan 1500 karyawan.

PT Central Mega Kencana (CMK) merupakan salah satu perusahaan perhiasan lokal yang menawarkan beragam perhiasan premium. Store atau toko perhiasan berlian PT CMK dapat ditemui di berbagai pusat perbelanjaan terkenal dengan brandnya yaitu: Frank & co., Mondial serta The Palace. Salah satu brandnya, Frank & co. bahkan akan genap berusia 26 tahun di 21 April 2022 ini.

Rendra, General Manager Production PT CMK, menjelaskan tentang rumitnya proses pembuatan perhiasan berlian yang memadukan keahlian (craftsmanship) serta teknologi terkini. Product development awal dimulai dari desainer yang merancang beragam desain perhiasan dalam bentuk sketsa secara konvensional.

Frank and Co

Para desainer perhiasan berlian di CMK dibebaskan berekspresi membuat desain sebanyak-banyaknya namun tetap diarahkan dengan DNA dari masing-masing brand yang ada. Desainer juga diarahkan mengerjakan desain sesuai season, misalnya Valentine, Anniversary, Lebaran, Christmas/Year End, dan lain-lain. Dari bermacam desain tersebut, beberapa desain terpilih akan dibuat dalam bentuk sketsa 3D.

"Anda tentu kenal software 3D CAD seperti AutoCAD dan sebagainya, ada juga software khusus untuk mendesain 3D perhiasan. Setelah dibuat sketsa tangan dibuat sketsa 3D dalam komputer, lalu kita lakukan 3D printing. Artinya, dari desain 3D yang ada di komputer kita cetak prototipenya melalui mesin 3D printing," jelas Rendra dalam Agenda Company Visit PT CMK dalam rangka ulang tahun Frank & co., pada Senin (18/4/2022).

Setelah melalui proses cetak 3D, akan dilakukan finishing. Lalu membuat resin master dengan bentuk yang sama persis seperti model perhiasan yang akan dibuat. Selanjutnya, dibuat rubber master atau cetakan karet yang menjadi awal mula perhiasan untuk dibuat dalam jumlah besar atau mass production.

Pembuatan perhiasan berlian dalam jumlah besar ini akan diawali dengan production planning berupa Wax Injection. Setelah tahap product development, pihaknya akan mulai melakukan mass production dengan diawali production planning berupa Wax Injection ke dalam cetakan karet.

"Kita menginjeksi cairan lilin ke dalam cetakan karet (rubber master) yang sesuai dengan model perhiasan. Setelah itu, cetakan karet dibersihkan dari kotoran lalu dibentuk jadi pohon lilin/wax tree. Kemudian dilakukan proses casting dengan lapisan emas, jadi akan ada yang namanya pohon emas," jelasnya.

Kemudian, akan dibuat lebih dulu contoh dari rakitan komponen perhiasan tersebut menjadi satu perhiasan utuh. "Satu pieces perhiasan itu bisa terdiri dari beberapa komponen. Tidak serta merta kita buat 1 perhiasan langsung jadi seperti yang kita kenakan. Ada beberapa komponen yang dibutuhkan. Kemudian baru dilakukan perakitan masing-masing komponen," tambah Rendra.

Frank and Co

Setelah perhiasan emas mulai terbentuk, tidak serta merta langsung selesai. Dari situ akan melalui proses polishing untuk membuat emas hasil casting tak lagi kusam. Setelah dipoles, dilakukan proses pasang batu (stone setting) dengan tenaga ahli yang dimiliki CMK. Kemudian proses grafir dan final polishing. Rendra menyatakan proses double polishing menjadi salah satu ciri khas CMK dengan produk lain sebab pihaknya ingin menghasilkan perhiasan dengan kilau lebih maksimal.

Setelah dilakukan polishing, ada proses plating untuk memberi tambahan lapisan pada perhiasan agar lebih berkilau. Lalu, ada final Quality Control (QC) untuk memastikan kualitas perhiasan berlian yang akan dibeli konsumen tetap terjaga.

Dalam hal QC perhiasan berlian di CMK dilakukan di masing-masing tahap, tak hanya di proses akhir. Sebelum perhiasan berlian “dilempar” ke chain store CMK, harus melalui 55 parameter yang harus dicek untuk memastikan kelayakan jual perhiasan.

"Setiap perhiasan yang kami buat harus sesuai standar kualitas yang sudah ditetapkan. Di tahap akhir pun ada QC lagi untuk menentukan kualitas perhiasan berlian yang dihasilkan apakah sudah layak dijual ke konsumen. Jika ada perhiasan yang tidak lolos QC maka akan di-reject. Perhiasan yang di-reject ini akan kita ulang rework lagi atau bila ada kerusakan fatal, maka proses produksi akan diulang lagi dari awal,” jelas Rendra.

Proses pembuatan perhiasan berlian yang rumit ini memang jadi salah satu penyebab harganya jadi fantastis. Namun, proses pemilihan raw material yaitu kualitas batu berlian juga jadi alasan perhiasan ini memiliki harga yang tinggi.

Frank and Co

Tanya Alissia, Merchandise Director PT CMK, mengungkap CMK membeli berlian dari berbagai supplier ternama di dunia mulai dari Rusia, Botswana, hingga Afrika Selatan. Dan yang pasti, CMK sudah memastikan berlian yang dibeli adalah berlian natural atau alami dan didapat dari sumber yang bertanggungjawab (conflict free diamond).

Pihak CMK memastikan bahwa berlian yang dipakai hanyalah diamond natural. Maka setiap diamond yang dibeli akan dicek satu per satu untuk memastikan benar-benar batu berlian alami bukan hasil campuran antara diamond natural dan sintetis. Untuk mengecek kualitas setiap batu berlian, ada bagian CMK Lab. “Kami mengecek setiap butiran berlian yang dibeli satu per satu. Artinya, butiran yang kecil sekalipun kita cek satu per satu apakah itu berlian natural," urai Tanya.

Untuk memastikan kualitas batu berlian yang akan dipakai, CMK Lab tak hanya mengandalkan kemampuan gemologist. Tapi juga mengandalkan mesin berteknologi canggih yang dibuat khusus oleh Sarine, salah satu perusahaan teknologi yang menguasai 90% peredaran diamond di dunia. Seluruh proses dari tambang hingga lab menggunakan mesin Sarine.

Setiap butiran berlian yang akan dipakai oleh CMK akan “diteropong” dengan menggunakan mesin khusus buatan Sarine yang dioperasikan dengan teknologi Artificial Intelligence. Teknologi ini sudah mengecek jutaan batu berlian dan dicatat dalam algoritmanya, dan dimanfaatkan untuk mengecek keaslian dan kualitas sebuah bagut berlian dengan akurasi yang sangat baik.

Petronella Soan, COO PT CMK ikut menjelaskan bahwa perhiasan berlian memiliki harga yang cenderung lebih mahal karena diamond merupakan bahan tambang yang cukup langka.

Frank and Co

“Jumlah tambang berlian di dunia tidak terlalu banyak. Selain itu, batu berlian itu terbentuk dari karbon yang mengalami proses kristalisasi ribuan meter di dalam tanah. Proses kristalisasi karbon hingga menjadi batu berlian itu memerlukan waktu jutaan tahun. Untuk proses menambangnya saja sudah sangat sulit, membutuhkan biaya besar," katanya.

"Kemudian, setelah bongkahan batu berlian didapat, tidak bisa langsung dipakai, tapi harus melalui lagi proses pemotongan, penghalusan yang sangat, sangat rumit dan tentunya juga membutuhkan biaya yang cukup tinggi hingga akhirnya didapat sebutir berlian cantik, siap diolah jadi perhiasan,” pungkas Petronella mengakhiri perbincangan.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini