Share

5 Tanda Bumil Harus Membatalkan Puasa, Jangan Paksakan Diri!

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 21 April 2022 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 481 2583127 5-tanda-bumil-harus-membatalkan-puasa-jangan-paksakan-diri-Itv326eKTy.jpg 5 Tanda Bumil Harus Membatalkan Puasa (Foto: YouTube/Saddam Ismail))

5 TANDA bumil harus membatalkan puasa perlu diketahui demi menjaga kesehatan janin. Ibu hamil alias bumil memang boleh berpuasa, asal kondisi sang ibu dan janin dalam keadaan sehat dan terkontrol dengan baik.

Di samping itu, dokter mengungkap ada beberapa kondisi kesehatan yang membuat ibu hamil disarankan untuk membatalkan puasa. Apa saja? Berikut telah MNC Portal Indonesia rangkum lima tanda bumil harus membatalkan puasa, dikutip dari kanal YouTube dr Saddam Ismail, Kamis (21/4/2022).

5 Tanda Bumil Harus Membatalkan Puasa

(5 Tanda Bumil Harus Membatalkan Puasa, Foto: YouTube/Saddam Ismail)

1. Bayi atau janin kurang gerak

Ibu hamil yang sudah memasuki trimester kedua biasanya sudah bisa merasakan gerakan janin, baik dari perubahan posisi ataupun tendangan. Nah, jika biasanya gerakan sang jabang bayi terasa kuat dan sering menendang, lalu tiba-tiba melemah, berkurang, bahkan menghilang, dr Saddam menyarankan untuk segera membatalkan puasa. Setelah itu, perhatikan reaksi sang jabang bayi. Apabila gerakan janin masih melemah, bahkan menghilang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

BACA JUGA : Cari Tahu Yuk Kebutuhan Kalori untuk Ibu Hamil saat Berpuasa

2. Dehidrasi

5 Tanda Bumil Harus Membatalkan Puasa

(5 Tanda Bumil Harus Membatalkan Puasa, Foto: Timesofindia)

Kondisi dehidrasi tidak boleh dianggap remeh oleh ibu hamil, kata dr Saddam. Pasalnya, kondisi ini bisa menyebabkan sang ibu pingsan, bahkan kejang karena kekurangan cairan. dr Saddam menegaskan, ibu hamil membutuhkan lebih banyak cairan dibandingkan orang yang tidak hamil. Tidak lain dan tidak bukan, kondisi ini memengaruhi kesehatan janinnya.

"Karena hubungannya itu ke plasenta. Nanti, suplai oksigen dan nutrisi untuk ke bayi terganggu. Akhirnya pengaruh terhadap tumbuh kembang bayi atau keselamatan bayi," terang dr. Saddam Ismail.

Kondisi kekurangan nutrisi dan oksigen pada janin ini, kata dr Saddam, bisa meningkatkan risiko keguguran pada bumil. Oleh karenanya, disarankan untuk segera membatalkan puasa jika merasa dehidrasi. Adapun ciri-ciri bumil dehidrasi di antaranya kelelahan, pusing, rasa haus berlebihan, bibir dan kulit kering, rasa kantuk yang lebih daripada biasanya, intensitas buang air kecil berkurang, bahkan tidak buar air kecil sekitar 6 jam.

BACA JUGA : Ini 5 Kondisi Ibu Hamil yang Disarankan Tidak Berpuasa

3. Mimisan

Ibu yang sedang hamil akan mengalami perubahan hormonal, sehingga menyebabkan aliran darah meningkat dan pembuluh darah di hidung mudah pecah. Jika sang bumil mimisan, apalagi keluar darah terus-menerus selama 30 menit atau lebih, disertai pusing, sesak nafas, ataupun gejala lainnya, dr Saddam menyarankan untuk segera membatalkan puasa. Setelah itu, berikan juga terapi untuk mimisan tersebut.

4. Tekanan darah tinggi

Ibu hamil yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi, sebaiknya segera membatalkan puasa apabila tekanan darahnya meningkat. Apalagi jika mengalami keluhan sakit kepala, mual, muntah, hingga kaki dan tangannya mengalami bengkak. Batalkanlah puasa tersebut, dan segera minum obat darah tinggi yang disarankan oleh dokter.

"Jadi jangan sampai dipaksakan ya, karena yang terpenting adalah mengenali kondisi diri sendiri. Karena saat hamil, yang diperhatikan bukan kesehatan ibu saja, tapi juga kondisi janinnya," ujar dr Saddam.

5. Keluar darah atau cairan dari jalan lahir

dr Saddam mengimbau bagi ibu hamil yang tiba-tiba mengeluarkan cairan atau darah dari jalan lahir untuk segera berbuka puasa. Setelah itu, periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab serta mendapatkan penanganan medis yang tepat. Pada intinya, dr Saddam mengimbau agar para bumil tidak memaksa diri jika akhirnya kondisi tubuh yang dipertaruhkan. Terlebih jika sang dokter kandungan tak mengizinkan untuk berpuasa. "Itu adalah cara yang paling aman," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini