Share

5 Ciri-Ciri Pria Ngebet Ngajak Nikah

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 21 April 2022 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 612 2582954 5-ciri-ciri-pria-ngebet-ngajak-nikah-STSeXeDoXz.jpg Ilustrasi Pacaran. (Foto: Shutterstock)

PERNIKAHAN bisa dibilang sebagai tujuan utama seseorang berpacaran. Memang keinginan untuk menikah bisa datang baik dari perempuan maupun dari pria.

Nah, ketika seorang pria merasakan adanya kebutuhan untuk segera menikah, ini akan ia tunjukkan lewat sejumlah perilaku kepada pasangannya. Seperti apa ciri-ciri pria serius mengajak menikah? Berikut ulasannya.

Sering Mengajak ke Toko Perabotan Rumah Tangga

Salah satu tanda keseriusan pria untuk menikah adalah lebih sering mengajak Anda ke toko perabotan rumah tangga. Ia akan lebih memilih kegiatan ini daripada traveling maupun jalan-jalan di mal.

Mengunjungi toko perabotan rumah tangga bisa menjadi cara halus supaya Anda terpikirkan membuat rumah bersama dengan pasangan. Terlebih saat ia juga banyak menanyakan barang-barang yang Anda sukai.

Pacaran

Mengenalkan ke Orangtua di Awal Hubungan

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, mengenalkan pasangan atau pacar ke orangtua merupakan cara seseorang untuk menunjukkan bahwa ia sudah memiliki kepercayaan dengan Anda.

Memang akan terasa canggung dan tidak nyaman untuk bertemu dengan orangtua pasangan saat hubungan masih seumur jagung. Namun, hal ini merupakan salah satu tanda keseriusan pria untuk menikah.

Disampaikan pula oleh psikolog Ikhsan, hal ini merupakan cara supaya orangtua memberikan penilaian terhadap Anda. Penilaian ini akan menjadi bahan pertimbangan apakah mereka setuju anaknya terus menjalin hubungan asmara dengan Anda. “Jika orang tua setuju, artinya mereka memberikan dukungan terhadap individu tersebut untuk semakin yakin dalam melanjutkan ke jenjang pernikahan,” kata Ikhsan.

Menceritakan Rencana Acara Pernikahan

Seseorang yang ingin segera menikah biasanya telah membayangkan bagaimana konsep pernikahan impiannya. Hal ini pun akan sering ia utarakan kepada pasangan, mulai dari dekorasi, pilihan tempat, siapa saja yang akan diundang, dan hal-hal lain terkait prosesi pernikahan.

Dibarengi dengan hal tersebut, Anda mungkin akan lebih sering diajak pasangan ke pesta pernikahan kerabat. Ia juga banyak meminta pendapat Anda mengenai elemen-elemen di acara pernikahan yang didatangi tersebut.

Menceritakan rencana pernikahan, terutama secara detail, memang bisa menjadi cara menilai pria yang serius untuk menikah. Namun, tetap pastikan bahwa rencana yang ia ungkapkan realistis. Bisa saja pasangan hanya menyukai prosesi pernikahan tanpa benar-benar siap menjalani kehidupan pernikahan itu sendiri.

Menceritakan Kebahagiaan Rumah Tangga Orangtuanya

Ketika pasangan banyak menceritakan keharmonisan rumah tangga orangtuanya, ini bisa menjadi sinyal bahwa ia ingin segera menikah. Ia merasa bahwa menikah akan memberikannya kebahagiaan seperti yang diperoleh oleh ayah dan ibunya.

Pasangan mungkin akan lebih sering berbagi kisah cinta romantis orangtuanya. Ia pun akan berulang-ulang menceritakan apa saja yang orangtuanya lakukan agar pernikahan langgeng dan selalu bahagia. Selain itu, pasangan Anda mungkin juga akan mengutarakan bagaimana kehidupan rumah tangga orangtuanya telah banyak memberikan dampak positif kepadanya.

Berhubungan Seksual Tanpa Kondom

Berhubungan seksual tanpa kondom bisa meningkatkan risiko kehamilan. Pada situasi ini, kehamilan bisa menjadi cara pasangan supaya pernikahan bisa terjadi. Oleh karena itu, ketika pria ingin segera menikah dengan pasangan, ada kalanya ia tidak akan keberatan berhubungan seks tanpa kondom.

Namun, hal ini bisa menjadi masalah ketika dilakukan dengan paksaan. Selalu pastikan bahwa segala bentuk aktivitas seks dengan pasangan sesuai dengan persetujuan Anda.

Itulah sejumlah perilaku yang bisa menjadi acuan menilai keseriusan pria untuk menikah. Perilaku di atas bukan berarti memberikan beban kepada Anda agar ingin segera menikah juga.

Namun, apabila ciri-ciri tersebut disertai dengan paksaan hingga membuat stres, komunikasikan dengan pasangan. Konsultasikan dengan psikolog jika memang dibutuhkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini