Share

Kenapa Hari Kartini Identik dengan Kebaya? Begini Menurut Desainer Didiet Maulana

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 April 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 194 2583391 kenapa-hari-kartini-identik-dengan-kebaya-begini-menurut-desainer-didiet-maulana-Yq9gKBBGVb.jpg Tatjana Saphira cantik dalam balutan kebaya (Foto: @didietmaulana/Instagram)

HARI Kartini identik dengan kebaya. Makanya, banyak perempuan secara khusus di setiap tanggal 21 April mengenakan kebaya dan membagikan fotonya di media sosial.

Tradisi kebaya sebagai refleksi Hari Kartini sudah berlangsung sejak lama. Sebelum pandemi datang, di sekolah-sekolah peringatan Hari Kartini selalu dihiasi oleh momen anak-anak mengenakan kebaya.

Didiet Maulana

Tradisi yang sebetulnya masih berlangsung sampai sekarang. Walau, merayakan Hari Kartini tidak hanya sekadar pakai baju kebaya, tapi bisa juga mengilhami perjalanan hidup Kartini yang begitu tangguh mengejar dan membuktikan bahwa perempuan bisa menggapai mimpi.

BACA JUGA : 6 Potret Bunga Citra Lestari Pakai Kebaya, Cantiknya Paripurna!

Nah, menjadi pertanyaan sekarang kenapa Hari Kartini itu identik dengan kebaya? Desainer Didiet Maulana menjelaskan bahwa Hari Kartini identik dengan kebaya itu ada kaitannya dengan personal Kartini itu sendiri.

"Ibu kartini itu memang selalu mengenakan kebaya. Jadi, bagaimana cara beliau berpakaian kemudian menjadi satu referensi memperingati Hari Kartini," terang Didiet Maulana yang juga founder Ikat Indonesia pada MNC Portal, Jumat (22/4/2022).

BACA JUGA : Hari Kartini, Intip 5 Potret Aura Kasih Pakai Kebaya Makin Memesona

Tatjana Saphira

Dari sana, kata Didiet, kecenderungan Hari Kartini pakai kebaya muncul. Alasan lain kenapa Hari Kartini identik dengan kebaya juga karena kebaya adalah pakaian nasional Indonesia.

"Dipilih kebaya sebagai pakaian yang kerap dikenakan di Hari Kartini juga karena kebaya adalah busana nasional Indonesia," katanya.

"Sehingga dengan memakai kebaya, maka langsung auto timbul satu kebanggaan, sikap nasionalisme yang kemudian membuat kebaya tersebut menjadi satu semangat, memberikan satu energi bagi perempuan yang memakainya," tambah Didiet.

Sari Nila

Tapi, ia pun menjelaskan bahwa nilai seorang Kartini patut diapresiasi dan dijadikan panutan perempuan Indonesia. Hal ini juga jangan sampai dihilangkan dari perayaan Hari Kartini.

"Memperingati Hari Kartini tidak semata-mata pakai kebaya saja, tapi hal yang jauh lebih dari itu adalah bagaimana kemudian para perempuan Indonesia bisa mengerti perjuangan seorang Kartini," ungkap Didiet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini