Share

Mengenal Orgasme Tanpa Ejakulasi yang Biasa Terjadi Pada Penderita Diabetes

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 22 April 2022 22:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 481 2583657 mengenal-orgasme-tanpa-ejakulasi-yang-biasa-terjadi-pada-penderita-diabetes-pZ5aE1VUSK.jpg Ilustrasi Orgasme. (Foto: Shutterstock)

KETIKA seorang pria mencapai orgasme, dia akan mengalami ejakulasi atau keluarnya air mani lewat alat kelamin. Tapi, ada beberapa orang yang tidak mengeluarkan mani saat mengalami orgasme loh.

Kondisi tersebut dikenal dengan istilah orgasme kering. Dikenal pula dengan istilah anejakulasi orgasmik, orgasme kering merupakan kondisi saat pria telah mencapai klimaks ketika berhubungan seks maupun masturbasi, namun tidak bisa mengeluarkan sperma.

Orgasme tanpa ejakulasi ini bisa terjadi sementara waktu ataupun selamanya. Hal tersebut akan bergantung pada penyebab yang melatarbelakanginya.

Penderita diabetes, melansir Healthline, adalah golongan yang berisiko mengalami kondisi ini. Di samping itu, orang yang mendapatkan operasi panggul guna mengobati kanker prostat, kandung kemih, ataupun testis juga akan mengalami orgasme kering.

Orgasme tanpa ejakulasi umumnya tidak memicu masalah kesehatan lainnya. Namun, dr. Arina Heidyana mengungkapkan bahwa tetap ada kemungkinan kondisi ini memengaruhi kesuburan pria. Adapun beberapa penyebab yang melatar belakangi seorang pria tidak mampu berejakulasi ketika sedang orgasme, di antaranya:

Orgasme

Orgasme Berulang

Intensitas orgasme yang tinggi dalam waktu singkat bisa membuat simpanan air mani habis dan memicu orgasme kering. Pasalnya, tubuh memerlukan waktu untuk mengisi kembali simpanan air mani.

Kondisi ini cukup normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Setelah beberapa jam, tubuh akan memproduksi lebih banyak air mani, meskipun pada beberapa orang bisa lebih cepat lagi.

Kelainan Genetik

Kelainan genetik bisa membuat seseorang tidak bisa menghasilkan air mani yang cukup untuk ejakulasi. Meski begitu, kondisi ini tidak menunjukkan adanya masalah kesehatan pada individu terkait.

Kurangnya Kadar Testosteron

Ketidakseimbangan hormon dan pertambahan usia bisa membuat kadar testosteron menurun. Saat kadar testosteron rendah, ejakulasi pun akan sulit terjadi.

Penyumbatan di Uretra

Pria memiliki saluran kecil yang dilalui air mani selama ejakulasi. Saluran tersebut dikenal dengan nama uretra. Penyumbatan pada uretra ini bisa terjadi akibat adanya kista di saluran tersebut. Apabila sudah tersumbat, orgasme akan terjadi tanpa ejakulasi.

Kerusakan Saraf

Kecelakaan bisa membuat Anda mengalami cedera tulang belakang yang memicu kerusakan pada saraf. Selain itu, beberapa masalah kesehatan, seperti kanker, diabetes, atau multiple sclerosis juga mampu membuat saraf rusak. Saat saraf rusak, ejakulasi akan terganggu yang akhirnya membuat Anda mengalami orgasme kering.

Operasi

Menurut dr. Arina, beberapa operasi, seperti operasi prostat atau kandung kemih bisa menyebabkan orgasme kering. Operasi tersebut membuat pria tidak bisa lagi memproduksi air mani atau sperma.

Melansir Medical News Today, selain kedua operasi tersebut, operasi pada kelenjar getah bening juga dapat memicu orgasme kering. Operasi tersebut akan memengaruhi otot atau saraf yang berperan dalam proses ejakulasi.

Saat seseorang menjalani operasi kanker prostat yang mengharuskan pengangkatan prostat atau vesikula seminalis, ia akan mengalami orgasme kering selamanya.

Pada situasi ini, testis akan tetap membuat sel sperma, namun hanya akan diserap tubuh dan tidak lagi diproduksi menjadi air mani. Meski menyebabkan orgasme yang kering, penyerapan ini cenderung aman bagi tubuh.

Operasi dan perawatan medis lain yang dikatakan bisa menyebabkan orgasme kering, di antaranya:

- Sistektomi

- Prostatektomi

- Prostatektomi terbuka

- Operasi prostat dengan laser

- Diseksi kelenjar getah bening

- Reseksi Prostat Transurethral (TURP)

- Transurethral incision of the prostate (TUIP)

- Terapi gelombang mikro transurethral (TUMT)

- Terapi radiasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini