Share

Ibu Hamil Ingin Puasa, Bagaimana Saran dokter?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 26 April 2022 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 481 2585503 ibu-hamil-ingin-puasa-bagaimana-saran-dokter-JcrEN0h7oV.jpg Ilustrasi Ibu Hamil Berpuasa. (Foto: Shutterstock)

IBU hamil ingin puasa, bagaimana saran dokter pada para calon orangtua ini? Pasalnya, banyak yang harus diperhatikan bagi para ibu hamil jika ingin menjalani ibadah puasa.

Ibu hamil memang dipersilahkan berpuasa, tapi tentu harus bertanggung jawab untuk menjaga janin dan tubuhnya sendiri dalam keadaan puasa. Agar lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Asuhan Kebidanan Unusa Nanik Handayani mengatakan, dalam sudut pandang kesehatan, ibu hamil diperbolehkan puasa jika memenuhi syarat. Di antaranya adalah kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik, tekanan darah normal, tidak mengalami anemia, serta berat janin sudah sesuai. Jika sudah memenuhi syarat tersebut, maka bumil bisa menjalankan puasa dengan tenang.

"Syarat-syarat itu harus terpenuhi, sehingga akan lebih aman bagi ibu yang sedang hamil. Namun jika tidak kuat, maka tidak perlu dipaksa untuk menjalankan ibadah puasa," jelas Nanik

Puasa untuk ibu hamil

Ibu hamil alias bumil boleh berpuasa, asal kondisi kesehatan dia dan janin dalam keadaan sehat dan terkontrol dengan baik. Jika tidak disarankan dokter karena alasan kesehatan dan keselamatan, ada baiknya tidak berpuasa.

Bagi ibu hamil yang ingin berpuasa, lanjut dia, harus mencukupi kebutuhan cairan tubuh, apalagi cuaca panas seperti saat ini. Normalnya kebutuhan air mineral minimal delapan gelas per hari, empat gelas saat sahur, dan empat gelas ketika buka puasa. Hindari minuman dingin karena dapat mengurangi kerja lambung yang akan mengakibatkan mual.

"Konsumsi makanan bergizi ketika sahur dan berbuka untuk mencukupi kebutuhan janin dan menjaga kesehatan ibu saat berpuasa. Selain itu perlunya tambahan buah, sayur, serta makan makanan yang mengandung protein (susu, daging, keju). Ibu hamil lebih baik makan dengan porsi sedikit tapi sering daripada sekali tapi terlalu banyak," terangnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini