Share

Benarkah Minuman Berkolagen Bikin Kulit Sehat? Ini Kata Dokter

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 26 April 2022 08:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 611 2585226 benarkah-minuman-berkolagen-bikin-kulit-sehat-ini-kata-dokter-Uojx76wX3l.jpeg Minuman berkolagen (Foto: Goop)

KAUM urban sudah cukup familiar dengan minuman berkolagen. Minuman tersebut diklaim mampu mencukupi kolagen dalam tubuh yang mana semakin bertambah usia, jumlah kolagen akan terus berkurang. Kolagen sendiri penting untuk kesehatan kulit.

Nah, menjadi pertanyaan sekarang apakah mengonsumsi kolagen dalam bentuk minuman bisa optimal memastikan jumlah kolagen tubuh terjaga dengan baik?

Dijelaskan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin de Medhi Denisa Alinda, SpKK, masyarakat saat ini memang bisa mendapat asupan kolagen lewat banyak cara, termasuk minuman berkolagen. Namun, hal yang harus diperhatikan berikutnya adalah kandungan lain yang ada di minuman tersebut apakah mampu memaksimalkan fungsi kolagen atau tidak.

minuman berkolagen

"Benar, minuman berkolagen bisa menjaga kesehatan kulit dari dalam, tapi tergantung dengan berapa dosis kolagen dalam minuman tersebut dan kandungan gizi lainnya yang mampu memaksimalkan fungsi minuman berkolagen tersebut," kata dr Medhi dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Senin (25/4/2022).

Nah, kalau bicara soal kandungan lain yang ada di minuman berkolagen, itu biasanya ada Gluthatione, vitamin A, dan vitamin C. Semuanya itu, kata dr Medhi, dapat membantu mencerahkan kulit selagi Anda juga mengimbanginya dengan minum air putih yang cukup.

"Ada baiknya lagi, kalau di dalam minuman berkolagen itu ada Gluthatione, L-Cystein, vitamin C, vitamin A, Acai berry, dan Zinc Glukonat," tambah dr Medhi.

BACA JUGA : 5 Cara Lezat Menyantap Bubuk Kolagen, Jadi Gak Bosan!

Dokter Medhi coba menjelaskan satu per satu manfaat dari kandungan yang ada di minuman berkolagen tersebut. Dimulai dari Glutathione yang merupakan antioksidan alami, bisa menjaga kesehatan kulit hingga menjaga daya tahan tubuh secara umum.

"Dari beberapa penelitian, pemberian oral Glutathione dapat membantu mencerahkan kulit, menjaga elastisitas kulit, dan mengurangi terjadinya keriput," papar dr Medhi.

BACA JUGA : Beautypedia: 5 Makanan Kaya Kolagen, Lebih Baik Ketimbang Minum Suplemen

Kemudian, untuk L-Cystein adalah asam amino non essensial yang dapat memaksimalkan pencerahan kulit dari dalam. Begitu juga dengan vitamin C, selain mencerahkan juga bisa meningkatkan sintesis kolagen dengan menjadi co-factor enzim yang mensistesis kolagen.

Nah, untuk Acai Berry sendiri, kata dr Medhi, itu adalah 'super fruit' yang sangat kaya akan antioksidan. "Selain itu, Acai Berry juga memiliki fungsi mencegah terjadinya kerusakan jaringan kulit yang diakibatkan radiasi sinar UV dan juga punya efek mempercepat penyembuhan luka pada kulit," tambahnya.

Terakhir adalah Zinc glukonat yang ternyata diperlukan sebagai antioksidan, co-faktor pembentukan kolagen, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Zinc glukonat juga diperlukan dalam minuman berkolagen agar tubuh semakin cepat menyerap semua kebaikan yang ada di minuman kolagen tersebut.

"Kandungan-kandungan tersebut ada di Lam Genial yang dinilai bisa mengatasi masalah yang muncul seiring pertambahan usia, seperti kulit yang elastisitasnya berkurang hingg munculnya kerutan," kata dr Medhi.

Masalah kulit tersebut, kata dr Medhi, terjadi secara bertahap dan dimulai dari usia 20 tahun. Ya, pada usia 20 tahun produksi kolagen mulai berkurang sebanyak 1 persen serta kulit mulai berkerut dan kendur.

"Selain itu, kulit juga mengalami penurunan kemampuan untuk eksfoliasi sebesar 28 persen. Akibatnya, terjadi penumpukan sel kulit mati," terang dr Medhi.

Nah, di usia 30 tahunan, sel-sel lemak di wajah mulai menyusut sehingga kulit menjadi kusam dan tipis. Memasuki usia 40, ungkap dr Medhi, kolagen tidak lagi diproduksi tang ditandai dengan munculnya kerutan dan garis penuaan.

"Kondisi tersebut menyebabkan kulit kering dan mudah memar, rusak, dan pecah-pecah karena ukuran kelenjar sebasea berkurang ketika memasuki usia 50 tahun," tambah dr Medhi.

"Selain faktor usia, sinar UV, paparan polusi, dan ekspresi wajah yang berulang akan berdampak pada berkurangnya elastisitas kulit dan menimbulkan kerutan," sambungnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini