Share

Benarkah Operasi Saraf Terjepit Memicu Kelumpuhan? Ini Faktanya!

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Jum'at 29 April 2022 11:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 28 481 2587008 benarkah-operasi-saraf-terjepit-memicu-kelumpuhan-ini-faktanya-QvDDPQDepf.jpg Saraf terjepit diatasi dengan operasi tulang belakang (Foto: Medicaldaily)

TAKUT lumpuh kerap menjadi alasan bagi penderita saraf terjepit untuk menunda-nunda operasi. Pasalnya, operasi tersebut dilakukan di area tulang belakang yang menjadi saluran jaringan saraf dari otak ke seluruh tubuh, sehingga rawan terjadi kelumpuhan setelahnya.

Namun, menurut Dokter Spesialis Orthopedy Konsultan Orthopaedic Spine RS PELNI dr. Rizky Notario Haryanto Putro, Sp.OT (K), ketakutan itu sebenarnya tidak beralasan. Kini sudah ada berbagai teknik operasi yang telah dikembangkan dengan teknologi canggih, sehingga semakin efektif dan aman.

"Sejauh ini 95 persen dari operasi tulang belakang itu aman. Risiko kematian dan kelumpuhan itu sudah sangat jarang sekarang," katanya dalam webinar Kenali Gejala Syaraf Kejepit & Penanganannya, Kamis (28/4/2022).

Saraf Terjepit

Salah satu operasi yang bisa dilakukan, kata dr. Rizky, adalah PSLD (Percutaneous Stenoskopi Lumbar Discectomy), yakni teknik operasi pada tulang belakang yang menggunakan endoskopi melalui sayatan kecil. Pada teknik operasi ini, dokter akan memasukkan dekompresi endoskopi melalui sayatan kecil, sekitar 1-2 sentimeter, ke area saraf.

BACA JUGA : Kenali 5 Ciri Saraf Terjepit yang Patut Diwaspadai

Lensa endoskopi membuat seolah-olah dokter memiliki mata di dalam tubuh pasien, sehingga memungkinkan dokter melihat kelainan dengan jelas, dan memotong setiap cakram hernia, sendi, atau ligamen flavum yang memberi tekanan pada saraf, tanpa harus memotong otot yang masih dalam kondisi baik.

BACA JUGA : Saraf Terjepit Paling Sering Terjadi di Bagian Tubuh Ini

Lebih lanjut, dr. Rizky mengimbau para penderita saraf terjepit agar tak lagi cemas untuk melakukan operasi jika memang diperlukan. Sebab, saat ini para petugas medis pun sudah memiliki kemampuan yang mumpuni, didukung sejumlah teknologi yang canggih. Sekalipun ada insiden yang terjadi, kata dr. Rizky, hanya akan berdampak pada jempol kaki saja.

"Risikonya itu aja. Kalaupun terjadi sesuatu, dia hanya tidak bisa menggerakkan jempol kaki," tutur dr. Rizky.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini