Share

Moderna Ajukan Vaksin untuk Anak di Bawah 6 Tahun

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 29 April 2022 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 29 481 2587322 moderna-ajukan-vaksin-untuk-anak-di-bawah-6-tahun-KKMJM5ESXt.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

PRODUSEN vaksin Covid-19 memang tengah berlomba untuk membuat vaksin bagi semua kalangan. Pasalnya, saat ini anak-anak di bawah usia 6 tahun memang belum diperbolehkan mendapat vaksin Covid-19.

Salah satu produsen vaksin, Inc (MRNA.O) pun telah mengajukan AS diri untuk memproduksi vaksin Covid-19 anak di bawah usia 6 tahun. Jika disetujui, ini merupakan vaksin pertama untuk anak-anak berusia di bawah 5 tahun.

Sebagai contoh,Vaksin Covid-19 dari Pfizer Inc (PFE.N) dan BioNTech SE (22UAy.DE) diizinkan untuk anak-anak berusia 5 tahun ke atas. Tetapi hasil uji coba mereka, untuk anak berusia 2 hingga 4 tahun menunjukkan, respons kekebalan lebih lemah daripada pada orang dewasa.

Alhasil memaksa penelitian untuk diperpanjang untuk menguji dosis ketiga itu. "Ini memang mewakili area penting dari kebutuhan yang tidak terpenuhi," ujar Kepala Petugas Medis Moderna Paul Burton dilansir Reuters.

Guna meyakinkan, ia merilis data uji coba vaksin untuk anak itu. Menunjukkan bahwa vaksinnya aman dan menghasilkan respons imun, serupa pada anak-anak dan orang dewasa, yang merupakan tujuan penelitian.

Namun sayangnya, tidak jelas berapa banyak orang tua AS yang ingin memvaksinasi anak-anak mereka dalam kelompok usia tersebut. Hanya 28% anak-anak AS dalam kelompok usia 5 hingga 11 tahun yang divaksinasi lengkap, dan Covid-19 lebih ringan pada anak-anak daripada orang dewasa.

Sedangkan, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS merilis data pada hari Selasa yang menunjukkan bahwa 75% anak-anak AS memiliki bukti infeksi Covid. Di mana dalam darah mereka, sebagian besar terjadi lonjakan Omicron dari Desember hingga Februari.

"Saya percaya bahwa vaksinasi sekarang harus melindungi anak-anak ini: melindungi mereka dari.qwe penyakit parah, rawat inap, melindungi mereka dari efek jangka panjang Covid-19. Jadi masuk akal untuk divaksinasi," tambah Burton

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini