Share

Ketua IDI: Tak Bisa Ada Dualisme dalam Organisasi Kedokteran

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 29 April 2022 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 29 612 2587203 ketua-idi-tak-bisa-ada-dualisme-dalam-organisasi-kedokteran-BvH5PRFHfP.jpg Ilustrasi Dokter. (Foto: Shutterstock)

PERKUMPULAN Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) memberikan undangan terbuka bagi para dokter yang ingin bergabung. Namun, salah satu syarat untuk bergabung yakni harus keluar dari organisasi sebelumnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ketua Umum Pengurus Besar PB IDI dr Moh. Adib Khumaidi pun merespons deklarasi PDSI. Dalam pernyataannya, ia membahas soal bedanya organisasi profesi dengan organisasi masyarakat.

Menurut UU No 17 Tahun 2013, kata dr Adib, organisasi masyarakat dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasar kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, dan tujuannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan negara.

Dokter

Sementara organisasi profesi memiliki ciri tunggal untuk satu jenis profesi, kegiatannya dibatasi profesionalisme dan etika, dan untuk mengambil keputusan dalam berorganisasi harus ada forum rapat bersama.

"Untuk organisasi profesi kedokteran, sesuai dengan World Medical Association (WMA), harus bisa merumuskan standar etika, merumuskan kompetensi, dan memperjuangkan kebebasan pengabdian profesi. Muara dari semua ini juga dirasakan oleh masyarakat," kata dr Adib dalam pernyataan resminya yang diterima MNC Portal, Jumat (29/4/2022).

Dokter Adib menegaskan, untuk memberikan perlindungan kepada pasien, meningkatkan mutu layanan, dan memberikan kepastian hukum pada masyarakat maka organisasi kedokteran harus tunggal. "Standar layanan, etik, kompetensi, dan mutu layanan harus muncul dari satu organisasi profesi," tegasnya.

Jika ada lebih dari satu, maka akan terjadi kebingungan standar yang diberikan. "Bila organisasi kedokteran lebih dari satu akan berpotensi membuat standar, persyaratan, sertifikasi keahlian, dan kode etik berbeda dan membingungkan tenaga profesi kedokteran maupun masyarakat yang merupakan pengguna jasa," tambah dr Adib.

Sebelumnya, pada Rabu, 27 April 2022, Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia menyatakan diri 'merdeka' dari Ikatan Dokter Indonesia atau IDI. Organisasi ini punya pegangan hukum berupa SK Kemenkumham RI No. AHU-003638.AH.01.07.2022 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia dr Jajang Edi Priyanto menegaskan bahwa anggotanya tidak lagi ada yang bernaung di Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Itu menjadi syarat keanggotaan yang harus dipenuhi.

"Anggota PDSI harus keluar dari IDI. Tidak boleh seorang dokter bernaung di dua 'rumah' sekaligus," tegas dr Jajang usai mendeklarasikan PDSI di Hotel Borobudur Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini