Share

Pemudik, Lebih Baik Pipis di Botol daripada Ditahan Lama Loh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 30 April 2022 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 30 481 2587721 pemudik-lebih-baik-pipis-di-botol-daripada-ditahan-lama-loh-f4CIwPxkTi.jpg Ilustrasi Menahan Pipis. (Foto: Shutterstock)

MENAHAN pipis dalam kurun waktu yang lama bisa membuat kandung kemih kita pecah. Pasalnya, ketika menahan pipis kita akan mengalami retensi urine yang berarti otot-otot di kandung kemih tidak dapat rileks dan jadi susah pipis.

Lantas, jika terjebak macet dalam perjalanan mudik dan ingin pipis, perlukah kita menahannya sampai ketemu rest area atau pipis di botol?

Prof Zubairi Djoerban menerangkan, jika kondisinya sangat darurat dan Anda terjebak macet, maka pipis di botol jauh lebih baik dibanding menahannya terlalu lama.

"Bila sudah darurat dan situasinya terjebak macet, pipis saja di dalam botol. Lebih baik lagi jika Anda sudah menyiapkan kantong pipis," kata Prof Beri, sapaan akrabnya, melalui cuitan Twitter, dikutip MNC Portal, Sabtu (30/4/2022).

Menahan pipis dalam waktu yang lama ternyata bisa meningkatkan beberapa risiko masalah kesehatan. Salah satunya retensi urine yang berarti otot-otot di kandung kemih tidak dapat rileks dan jadi susah pipis.

Bahkan, pada kasus yang jarang terjadi, gegara menahan pipis dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan kandung kemih pecah saking banyaknya urin yang tersimpan dan tidak segera dikeluarkan melalui pipis.

Di sisi lain, Prof Beri pun menerangkan soal risiko infeksi saluran kemih (ISK). Apakah ISK juga terjadi ketika seseorang menahan pipis dalam waktu lama?

Menurut Prof Beri, jika situasinya hanya menahan, ISK bukan risiko utamanya. "Infeksi ISK terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih," paparnya.

"Namun, jika Anda sering tidak mengosongkan kandung kemih secara teratur, bakteri lebih mungkin berkembang biak," tambah Prof Beri.

ISK, kata Prof Beri, lebih berisiko pada orang yang jarang minum air. Hal ini karena kandung kemih tidak akan cukup penuh mengirim sinyal untuk buang air kecil. Pun bakteri yang ada di sistem saluran kemih akan berkembang biak dan berpotensi menyebabkan infeksi.

Gejala ISK itu sendiri antara lan sering ingin pipis, urine bau menyengat, urine berwarna keruh, nyeri panggul, bahkan bisa ditandai ada darah di urine.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini