Share

Napak Tilas Sejarah Ketupat Lebaran, Ternyata Dipopulerkan Sunan Kalijaga

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 03 Mei 2022 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 03 298 2588835 napak-tilas-sejarah-ketupat-lebaran-ternyata-dipopulerkan-sunan-kalijaga-VogFxZA1uw.jpg Ilustrasi Ketupat. (Foto: Shutterstock)

HARI Raya Idul Fitri memang erat kaitannya dengan berbagai macam tradisi. Salah satu tradisi yang hadir dari kuliner yakni opor dan ketupat lebaran yang kerap menjadi kombinasi hidangan di meja makan.

Ketupat Lebaran pun memiliki arti mendalam, lantaran ada peran Sunan Kalijaga dalam menyajikan ketupat saat Idul Fitri. Ya, Sunan Kalijaga dianggap menggunakan ketupat Lebaran sebagai media dakwahnya menyebarkan Islam. Makna mendalam dari ketupat pun tak jauh-jauh dari kembalinya umat Islam ke fitri di Hari Lebaran.

Dijelaskan pemilik akun TikTok @billmohdor, pioner dari asal usul kata 'Ketupat' adalah Sunan Kalijaga. Ketupat berasal dari kata 'Ngaku lepat' dan 'Laku papat'. "Itu berasal dari bahasa kromo Inggil Jawa," kata si pemilik akun, dikutip MNC Portal, Selasa (3/5/2022).

Ketupat

Ngaku lepat sendiri memiliki arti mengakui kesalahan. Ini diterapkan dalam tradisi sungkeman dan maaf-maafan saat Lebaran tiba. Sementara itu, laku papat itu artinya mengerjakan 4 sesuatu, antara lain Lubaran, Luberan, Leburan, dan Laburan.

"Kalau Lebaran, kalian sudah ada tahu lah, ya. Nah, Luberan itu 'nyedekahin' sebagian harta, leburan itu meleburkan dosa-dosa dengan maaf-maafan. Kalau Laburan itu kapur, menjaga kesucian," kata si pria di video yang kini viral.

Bicara soal ketupat Lebaran, maka tidak akan jauh-jauh dari janur. Kata janur sendiri, kata si pria, itu berasal dari bahasa Arab. "'Ja A' yang artinya telah hadir dan 'Nur' artinya cahaya," terang si pria.

Bentuk kotak pada ketupat Lebaran pun punya artinya sendiri. Menurut si pria, bentuk kotak itu merepresentasikan hati manusia. Makanya, saat dipotong, dalamnya warna putih. Itu pun representatif hati umat Islam yang sudah 30 hari berpuasa plus maaf-maafan di Hari Lebaran.

Di kesempatan itu pun Billmohdor menjelaskan sedikit soal opor yang mana itu berasal dari sapuro, artinya memaafkan. Jadi, makan ketupat pakai opor.

"Ini adalah salah satu contoh dakwahnya Wali Songo pakai budaya dan seni," terangnya di video yang sudah ditonton 1,6 juta kali, padahal belum ada 24 jam setelah diunggah di TikTok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini