Share

Anak Suka Nguping? Begini Cara Mengatasinya

Tim Okezone, Okezone · Selasa 03 Mei 2022 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 03 612 2588895 anak-suka-nguping-begini-cara-mengatasinya-Q0teRwSAjJ.jpg Ilustrasi Anak Nguping. (Foto: Shutterstock)

ANAK-ANAK memang memiliki rasa ingin tahu yang besar, seiring dengan masa mereka berkembang. Tapi, jangan sampai rasa ingin tahu anak-anak tersebut malah mengganggu privasi orang loh.

Salah satu masalah yang mungkin dianggap remeh adalah mendengarkan orang berbicara. Ketika mendengar orang ngobrol, mereka mungkin ikut menyimak. Tapi ada saat di mana mereka malah menjadi nguping, lantaran topik yang dibicarakan harusnya tidak didengarkan orang lain.

Kebiasaan menguping mungkin terdengar sepele, tapi orang tua perlu menghentikan perilaku tersebut. Pasalnya, anak suka menguping merupakan perilaku yang kurang sopan dan dapat dianggap ingin tahu urusan orang lain. Lantas, apa penyebab anak suka menguping? Bagaimana cara mengatasi anak suka menguping?

Melansir dari Parents, Samantha Rodman, Ph.D., psikolog klinis di Maryland, Amerika Serikat mengatakan, saat usia 12 tahun, anak-anak akan mengembangkan perasaan tertarik terhadap dunia orang dewasa.

Kuping Anak

Mereka akan mencari tahu bagaimana orang dewasa bekerja, berbicara, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, anak-anak, terutama saat usia 12 tahun dapat melakukan perilaku menguping. Apabila anak melakukan hal ini, kemungkinan mereka sedang mencoba mencari tahu kegiatan atau bagaimana hidup seperti orang dewasa.

"Mereka ingin belajar tentang dunia dan mencari tahu bagaimana orang dewasa berpikir dan merasakan. Mereka ingin mencari cara sendiri untuk bertransisi menjadi orang dewasa," kata Rodman.

Orangtua perlu mengarahkan anak agar kebiasaan menguping ini tidak terbawa hingga mereka dewasa. Beberapa percakapan orang dewasa juga tidak selalu baik jika didengar oleh anak-anak.

Percakapan yang tidak dapat diterima sesuai usia dapat menimbulkan perasaan rasa cemas pada anak-anak.

Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Menguping Anak?

Menurut Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk menghilangkan kebiasaan menguping pada anak. Berikut beberapa hal yang dapat Anda terapkan.

Cari Tahu Penyebab Anak Menguping

Menurut psikolog Gracia, daripada memarahi anak saat ketahuan menguping, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu penyebab anak melakukan kebiasaan tersebut. “Coba pahami apa yang membuat anak suka menguping pembicaraan orang lain. Ajak anak berdiskusi terbuka dulu untuk paham apa yang mendorongnya menguping,” kata Gracia.

Tanyakan kepada anak dengan pertanyaan seperti, “Apa manfaatnya menurut kamu setelah mendengar percakapan orang lain?” psikolog Gracia memberikan contoh.

Kemudian ibu juga perlu memperhatikan, apa hal yang membuat anak mengulang hal yang sama untuk menguping.

Komunikasikan Kepada Anak Tentang Kebiasaan Menguping

Setelah memahami alasan yang melatarbelakangi sikap anak menguping, orangtua bisa mengoreksi perilaku tersebut. Untuk anak usia praremaja atau sudah bisa diajak berdiskusi, ajak mereka bicara tentang batasan dan menghargai privasi orang lain.

Apabila anak masih berusia 5-12 tahun, jelaskan batasan-batasan privasi orang lain yang tidak boleh dilanggar. Misalnya, Anda bisa menjelaskan seperti. “Jika ibu dan ayah sedang berbicara berdua, adik sebaiknya tidak mendengarkannya.”

Buat Batasan yang Jelas di Antara Anda dengan Anak

Terkadang, anak melakukan kebiasaan kurang baik bukan karena perilaku mereka yang buruk. Akan tetapi, hal itu dapat disebabkan karena anak tidak paham dari apa yang mereka lakukan. Oleh karena itu, jangan takut membuat batasan yang konkret terhadap anak. Misalnya Anda dapat memberi tahu bahwa anak tidak boleh mendengarkan percakapan orangtua saat pintu kamar ditutup.

Beri Contoh Tentang Menghargai Privasi

Ajari anak untuk berempati terhadap privasi orang lain. Orangtua bisa mengatakan kepada anak, “Kalau kamu menguping itu percakapan orang lain, itu bisa membuat orang lain tidak nyaman, bisa-bisa orang itu juga akan marah pada kamu”.

Anda juga bisa mengatakan “Kalau kamu lagi cerita tentang masalah yang tidak mau diketahui orang lain, apa yang kamu rasakan jika ada teman yang sengaja menguping?” kata Gracia mencontohkan.

Orangtua juga perlu memberi contoh yang baik tentang menghargai batasan dan privasi orang lain, termasuk dalam keseharian maupun di dalam interaksi keluarga.

Cari Bantuan Profesional

Jika kebiasaan menguping anak sudah sangat mengganggu atau Anda tidak bisa lagi mengatasinya. Tidak ada salahnya untuk mencari bantuan tenaga profesional seperti psikolog anak. Nantinya psikolog dapat membantu menghilangkan kebiasaan menguping dengan pendekatan yang sesuai dengan kondisi anak.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini