Share

Orang yang Mudik Lebih Berisiko Terserang Diabetes, Ini Penyebabnya

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 06 Mei 2022 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 06 481 2590027 orang-yang-mudik-lebih-berisiko-terserang-diabetes-ini-penyebabnya-RyIYgcHcx9.jpg Ilustrasi Diabetes. (Foto: Shutterstock)

MOMEN Lebaran memang tidak lepas dari makanan enak dan berlemak. Makanan tersebut seperti opor ayam, gulai rendang, dan ketupat serta berbagai hidangan khas hari raya.

Health Claim Senior Manager Sequis, dr Yosef Fransiscus mengatakan, konsumsi makanan berlemak, berkalori tinggi dan gula berlebihan ini pun berkontribusi pada meningkatnya berat badan orang-orang. Apalagi berat badan tersebut tidak mudah turun dalam waktu cepat.

"Mengonsumsi kalori lebih tinggi dari yang tubuh butuhkan berpotensi membuat berat badan naik drastis. Misalnya saja, tubuh membutuhkan sekitar 2000 kalori, jumlah tersebut bisa sekaligus ada dalam satu porsi hidangan Lebaran," ujar Yosef seperti dilansir dari Antara.

Makanan mengandung gula dalam santapan Lebaran, seperti kue kering yang dikonsumsi sering dalam porsi banyak juga menjadi pencetus kenaikan berat badan hingga obesitas terjadi lebih cepat, sehingga berisiko mudah terserang penyakit diabetes.

Menurut Yosef, selain makanan tinggi kalori dan gula, penyebab berat badan naik dengan cepat juga akibat karena kurang tidur dan beraktivitas fisik. Sebagian orang khususnya mudik ke kampung halaman juga cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai.

"Saat tubuh kurang tidur, hormon insulin, leptin dan ghrelin menjadi tidak seimbang yang dapat memicu nafsu makan lebih tinggi sehingga durasi dan porsi makan bisa lebih banyak dari biasanya," tutur Yosef.

Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga menyebabkan tubuh akan mengalami surplus kalori atau jumlah kalori yang masuk akan lebih banyak daripada yang dibakar. Kelebihan kalori dalam tubuh jika tidak habis terbakar akan menjadi timbunan lemak dan berat badan akan melonjak naik.

Menurut Yosef, memberikan tubuh makanan lezat bukan masalah tapi sebaiknya tidak terlalu cepat saat menyantapnya agar bisa menikmati makanan tersebut dan tubuh tidak tergesa-gesa memproses makanan.

“Sesekali kita boleh makan enak untuk kesenangan dan bersilaturahmi asal porsi tidak berlebihan. Waktu berlebaran atau berlibur, kita tetap perlu mengendalikan diri dalam urusan makanan karena sejatinya tubuh lebih membutuhkan makanan bernutrisi dan cukup istirahat,” ujar dia.

Makan berlebihan dan tergesa-gesa dapat membuat tubuh lebih cepat kenyang dan menyebabkan masalah pencernaan. Saat bersantap bersama keluarga atau kerabat, cobalah mengambil makanan dalam porsi 20 persen lebih sedikit.

Kemudian, sebaiknya tidak memesan makanan dan camilan dalam jumlah banyak agar tidak perlu membawa pulang makanan ke rumah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini