Share

Terungkap Penyebab Berat Badan Naik Usai Lebaran, Bukan karena Makanan Aja Lho!

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 07 Mei 2022 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 07 612 2590403 terungkap-penyebab-berat-badan-naik-usai-lebaran-bukan-karena-makanan-aja-lho-GBn3RPOb9s.jpg Ilustrasi berat badan naik usai Lebaran. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang mengungkapkan mengalami berat badan naik usai Lebaran. Ketika berlebaran, sebagian orang mungkin tidak lepas dari opor ayam, gulai rendang, ketupat, serta berbagai hidangan khas hari raya.

Demikian juga sewaktu bulan Ramadan. Dapat ditemui orang-orang yang kerap berbuka puasa dengan menyantap makanan berminyak, banyak mengandung tepung, dan minuman manis.

Baca juga: Viral Wanita Bertemu Jodoh saat Temani Ayahnya Cuci Darah, Netizen: Dapet yang Berbakti Juga 

"Mengonsumsi kalori lebih tinggi dari yang tubuh butuhkan berpotensi membuat berat badan naik drastis. Misalnya saja, tubuh membutuhkan sekitar 2.000 kalori, jumlah tersebut bisa sekaligus ada dalam satu porsi hidangan Lebaran," ungkap ahli kesehatan dr Yosef Franciscus, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (7/5/2022).

Makanan mengandung gula dalam santapan Lebaran, seperti kue kering yang dikonsumsi sering dalam porsi banyak juga menjadi pencetus kenaikan berat badan hingga obesitas terjadi lebih cepat, sehingga berisiko mudah terserang penyakit diabetes.

Menurut dr Yosef, selain makanan tinggi kalori dan gula, penyebab berat badan naik dengan cepat juga akibat karena kurang tidur dan beraktivitas fisik. Sebagian orang khususnya mudik ke kampung halaman juga cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai.

"Saat tubuh kurang tidur, hormon insulin, leptin dan ghrelin menjadi tidak seimbang yang dapat memicu nafsu makan lebih tinggi sehingga durasi dan porsi makan bisa lebih banyak dari biasanya," tutur dr Yosef.

Baca juga: 7 Kesalahan saat Menyimpan Telur, Nomor 2 Paling Sering Dilakukan! 

Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga menyebabkan tubuh akan mengalami surplus kalori atau jumlah kalori yang masuk akan lebih banyak daripada yang dibakar. Kelebihan kalori dalam tubuh jika tidak habis terbakar akan menjadi timbunan lemak dan berat badan akan melonjak naik.

Menurut dia, memberikan tubuh makanan lezat bukan masalah tapi sebaiknya tidak terlalu cepat saat menyantapnya agar bisa menikmati makanan tersebut dan tubuh tidak tergesa-gesa memproses makanan.

"Sesekali kita boleh makan enak untuk kesenangan dan bersilaturahmi asal porsi tidak berlebihan. Waktu berlebaran atau berlibur, kita tetap perlu mengendalikan diri dalam urusan makanan karena sejatinya tubuh lebih membutuhkan makanan bernutrisi dan cukup istirahat," jelasnya.

Makan berlebihan dan tergesa-gesa dapat membuat tubuh lebih cepat kenyang dan menyebabkan masalah pencernaan. Ketika bersantap bersama keluarga atau kerabat, cobalah mengambil makanan dalam porsi 20 persen lebih sedikit.

Kemudian, sebaiknya tidak memesan makanan dan camilan dalam jumlah banyak agar tidak perlu membawa pulang makanan ke rumah.

Baca juga: Ini Respons IDAI soal Kabar PTM Dihentikan Dampak Hepatitis Akut Misterius 

Dokter Yosef juga menyarankan agar orang-orang tetap aktif berolahraga sebagaimana dulu sering dilakukan pada masa awal pandemi agar tubuh tetap kuat dan imunitas terjaga.

Berolahraga, kata dia, termasuk cara sederhana dan murah untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, membantu mengendalikan kenaikan berat badan serta memelihara fungsi organ tubuh.

"Saat libur, nikmati waktu bersama keluarga dengan sering beraktivitas fisik agar tubuh kembali bugar dan kalori pun terbakar. Saat lebaran usai dan kembali beraktivitas maka aktivitas olahraga juga perlu diteruskan," paparnya.

Baca juga: Ketahui Pertolongan Pertama untuk Anak Bergejala Hepatitis Akut 

Orang-orang dapat melakukan olahraga minimal 3 kali seminggu dengan durasi 15-45 menit. Durasi dan interval dapat ditambah seiring dengan kemampuan tubuh. Sementara untuk jenis olahraga, bisa jalan pagi, renang, dan joging serta yoga.

"Bagi yang sehat, tidak ada masalah dengan jantung atau persendian kaki serta berat badan tidak berlebih dapat berolahraga lari atau bersepeda," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini