Share

Tips Hidup Sehat Pasca-Puasa: Berhenti Makan Ketika Kenyang

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 08 Mei 2022 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 08 612 2590650 tips-hidup-sehat-pasca-puasa-berhenti-makan-ketika-kenyang-Z4usUegCCn.jpg Ilustrasi Pola Makan Sehat. (Foto: Shutterstock)

BULAN puasa memang sudah berlalu, tapi bukan berarti pola hidup sehat sudah tidak lagi diterapkan. Pasalnya, ketika kita meninggalkan pola hidup sehat yang dijalankan saat puasa, bukan tidak mungkin berat badan kita akan melonjak.

Executive Director of Community Health, Abu Dhabi Public Health Centre, Dr. Omniyat Al Hajeri, mengungkapkan pola makan sehat seperti saat Ramadan memang masih harus diterapkan pada bulan-bulan berikutnya. Menurutnya, apa yang dijalani saat puasa bisa menjadi awal dari hidup sehat. 

“Kita harus mengadopsi beberapa praktik yang kita pelajari selama bulan suci, seperti berhenti makan ketika merasa relatif kenyang dan kembali secara bertahap ke jadwal makan," kata dia seperti dikutip Antara dari Khaleej Times.

Hajeri menekankan, Anda sebaiknya menghindari makan berlebihan usai Ramadan demi mencegah tubuh terkejut dan memicu lonjakan gula darah yang dapat mengakibatkan efek seperti gangguan pencernaan, mulas, dan penambahan berat badan. Anda bisa makan dalam jumlah sedikit dengan interval 3-4 jam dan jagalah hidrasi tubuh dengan minum cukup air.

Pola makan sehat

Hajeri menekankan, Anda menerapkan diet seimbang termasuk memasukkan sayuran dan buah untuk memaksimalkan manfaat kesehatan dari puasa selama bulan suci. Selain itu, Anda perlu tetap aktif dan melakukan olahraga secara teratur.

“Bergerak juga kunci untuk menjaga kesehatan sendi dan sistem kardiovaskular yang sehat," kata dia.

Anda juga bisa mempertimbangkan puasa lebih sering usai Ramadan. Efek puasa telah terbukti secara global dan terus meningkat prevalensinya di dunia kesehatan dan kebugaran.

Efek ini termasuk pengaturan gula darah, memerangi peradangan, meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan fungsi otak, dan membantu penurunan berat badan. "Tentu saja, ketika menyangkut orang dengan penyakit komorbid, kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter," demikian pesan Hajeri.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini